Gugat Aturan Angkutan Online, Angkot Bandung Besok Mogok Total

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah polwan mengawal supir angkutan umum dan taksi yang tergabung dalam Asosiasi Pemilik dan supir Angkot menggelar aksi mogok dan unjuk rasa di gedung DPRD Sulsel di Makassar, 6 Februari 2017. Dalam aksi mogok beroperasi ini sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap angkot dan taksi berbasis online. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah polwan mengawal supir angkutan umum dan taksi yang tergabung dalam Asosiasi Pemilik dan supir Angkot menggelar aksi mogok dan unjuk rasa di gedung DPRD Sulsel di Makassar, 6 Februari 2017. Dalam aksi mogok beroperasi ini sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap angkot dan taksi berbasis online. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bandung - Pengelola angkutan kota (angkot) di Bandung dan sekitarnya berencana aksi mogok total, Kamis, 9 Maret 2017. Aksi mogok akan dimulai pukul 00.00-24.00 WIB. Selain mengandangkan armadanya, sopir angkot akan berunjuk rasa ke kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung.

    Mereka menolak Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggraaan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang memayungi angkutan bersistem online.
    Baca : Protes Angkutan Online, Sebagian Angkot Tangerang Tetap Mogok

    Salah seorang pengurus dari Koperasi Bandung Tertib (Kobanter) Baru trayek Cicadas-Cibiru, Syahrul Sinaga mengatakan, mereka menggugat aturan tersebut karena bertentangan dengan ketentuan lainnya. “Misalnya angkutan umum harus berbadan hukum dan berpelat kuning,” katanya, Rabu, 8 Maret 2017.

    Sopir angkot juga keberatan dengan kehadiran angkutan umum bersistem online karena dinilai mengurangi penghasilan mereka. Selain mogok total dengan mengandangkan seluruh armada angkot, sopir angkot akan berdemo ke Gedung Sate.

    Setiap trayek, kata Syahrul akan mengerahkan 10-20 angkot untuk mengangkut 10 orang sopir per unit untuk berdemo. “Jam 9 pagi mulai kumpul di Gedung Sate sampai tuntutan terpenuhi,” katanya.

    Baca : Dinas Perhubungan Balikpapan Tutup Layanan Go-Car

    Untuk menghindari provokasi dan menjaga aksi berjalan tertib dan damai, setiap anggota Kobanter Baru diwajibkan memakai baju seragam, kartu tanda anggota, tidak berbuat anarkis, serta membawa atau menenggak minuman keras.

    Para pengusaha angkot juga diminta membantu sumbangan materi karena makan, minum, dan bensin kendaraan ditanggung sendiri. Menurut Syahrul, usai rapat aksi tersebut, jumlah massa diperkirakan sekitar 15 ribuan orang.

    ANWAR SISWADI
    Simak pula :
    Raja Salman Betah di Bali, Nyaman dan Nikmati Makan Tepi Pantai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berkas yang Diterima dan Dalil yang Ditolak Sidang MK Pra Skors

    Inilah berkas perbaikan Tim Hukum Prabowo - Sandiaga terkait sengketa Pilpres yang diterima dan sejumlah dalil yang ditolak Sidang MK, 27 Juni 2019.