Sri Lanka Belajar Upaya Rekonsiliasi kepada Pemerintah Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan PM Australia Malcom Turnbull (kanan), Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (kedua kiri) dan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena (kiri) sebelum mengikuti acara pembukaan KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20 Tahun 2017 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, 7 Maret 2017. ANTARA/IORA SUMMIT 2017/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan PM Australia Malcom Turnbull (kanan), Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (kedua kiri) dan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena (kiri) sebelum mengikuti acara pembukaan KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20 Tahun 2017 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, 7 Maret 2017. ANTARA/IORA SUMMIT 2017/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Sri Lanka Mathripala Sirisena membahas sejumlah topik penting. Selain free trade agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas, upaya rekonsiliasi juga menjadi pokok bahasan utama.

    "Kami banyak melakukan kerja sama di bidang demokrasi, rekonsiliasi, dan sebagainya," kata Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi usai pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Maret 2017.

    Baca juga: Presiden Jokowi Sambut Presiden Sri Lanka dengan Pasukan Berkuda

    Retno menjelaskan, pemerintah Sri Lanka ingin mempelajari tahapan dan proses upaya rekonsiliasi pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan kasus tertentu. Misalnya seperti Indonesia menuntaskan kasus Gerakan Aceh Merdeka dengan upaya rekonsiliasi.

    Sri Lanka, menurut Retno, ingin mempelajari proses rekonsiliasi pemerintah Indonesia karena menjadi isu penting yang mendesak. Terutama, untuk menyelesaikan masalah pemerintah Sri Lanka dengan kelompok pemberontak Macan Tamil yang belum sepenuhnya usai sejak 2009.

    Sebagai catatan, Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-bangsa urusan hak asasi manusia telah mengimbau Sri Lanka untuk segera menyelesaikan permasalahan Macan Tamil. Adapun selain rekonsiliasi, PBB juga menyerukan dibentuknya pengadilan campuram yang mengacu pada laporan Satuan Tugas Konsultasi mengenai Mekanisme Rekonsiliasi.

    Simak pula: PM Australia Turnbull Puji Indonesia Sukses Pimpin KTT IORA

    "Kami sudah bisa menyelesaikan, mereka masih dalam proses untuk rekonsiliasi. Jadi, banyak hal yang bisa kita bagikan kepada mereka seperti pengalaman mencapai perdamaian di Aceh," ujar Retno mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.