Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Pengemudi Go-Jek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Driver gojek berunjuk rasa di depan kantor gojek di kawasan kemang Jakarta Selatan, mereka menuntut agar sistem performa di hapuskan. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Driver gojek berunjuk rasa di depan kantor gojek di kawasan kemang Jakarta Selatan, mereka menuntut agar sistem performa di hapuskan. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Samarinda - Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menangkap Jumardin, 28 tahun, salah satu sopir angkutan kota yang mengeroyok pengemudi Go-Jek bernama Gazali Rahman, 39 tahun.

    "Kami langsung bergerak ketika terima laporannya Selasa malam," kata Juru Bicara Polresta Kota Samarinda Inspektur Polisi Dua Danovan kepada Tempo, Rabu, 8 Maret 2017. "Korban mendapat tindakan kekerasan dari sejumlah orang."

    Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Selasa sekitar pukul 21.00 WITA. Pengeroyokan  bermula dari demonstrasi supir angkot yang menolak kehadiran ojek daring. Kemudian, aksi dilanjutkan razia atau sweeping sebagian kecil dari jumlah massa.

    Pelaku, Jumardin, mengaku hanya kebetulan lewat dan melihat ada rekannya menahan pengemudi ojek online di Jalan Slamet Riyadi, Kota Samarinda.

    Baca juga:Polisi Tangkap Penusuk Sopir Ojek Online

    Melihat rekannya menahan pengemudi ojek online, Jumardin lalu ikut memukul Gazali Rahman. "Jumardin ikut memukul sebanyak satu kali dibagian kepala menggunakan tangan kosong," kata Danovan.

    Keberadaan ojek daring dinilai mengurangi penghasilan supir angkot dianggap menjadi motif pemukulan. Usai menangkap Jumardin, polisi saat ini terus melakukan pengembangan kasus. "Sejumlah nama lain sudah masuk dalam daftar DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata Danovan.

    Simak: Kabur, Dua Begal Motor Berjaket Go-jek Ditembak Polisi

    Danovan menyampaikan, Kepala Kepolisian Resor Kota Samarinda Komisaris Besar Polisi Reza Arief Dewanto telah meminta jajarannya untuk menindak tegas peserta aksi demontrasi yang diwarnai dengan kekerasan.

    "Sebelum aksi demonstrasi, kami telah menemui koordinator aksinya agar kegiatan yang mereka lakukan berjalan tertib," kata Danovan.

    FIRMAN HIDAYAT | SAPRI MAULANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.