Lamongan Dicanangkan Jadi Lumbung Benih Jagung Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Lamongan - Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dicanangkan menjadi lumbung benih jagung nasional. Pemerintah pusat juga mendorong Lamongan melakukan ekspor benih jagung ke sejumlah negara. "Kabupaten ini menjadi lumbung benih jagung," ucap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam acara panen raya padi dan serap gabah di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Lamogan, Selasa, 7 Maret 2017.

    Atas penunjukan Lamongan sebagai lumbung benih jagung nasional, Kementerian Pertanian segera merealisasi sejumlah program, seperti memberi bantuan berupa alat pengemas produk benih. Setidaknya nanti, jika benih jagung dari petani dikemas, harganya bisa bersaing, minimal Rp 75 ribu per kilogram. Selain itu, mengoptimalkan kawasan jagung seluas 10 ribu hektare. Lokasinya menyebar di sejumlah tempat, di antaranya Kecamatan Solokuro, Babat, Paciran, dan Brondong.

    Baca juga: Menteri Amran Bantu 495 Ribu Ton Benih Jagung Hibrida

    Menurut Menteri Amran, untuk kerja sama ekspor, Kementerian sudah meneken nota kesepakatan dengan sejumlah negara, di antaranya dengan Malaysia, yang akan menerima ekspor sebesar 3 juta ton. Juga dengan Papua Nugini dan akan menyusul dengan Timor Leste.

    Sedangkan benih jagung yang diekspor memiliki kategori unggulan, yaitu dengan produktivitas panen 9-14 ton per hektare. Bahkan uji coba benih jagung yang ditanam di Desa Tritunggal antara 10 dan 15 ton per hektare. "Jadi Lamongan sudah teruji," ujarnya.

    Silakan baca: Kementan Tanam Sejuta Hektar Jagung di tengah ..

    Bupati Lamongan Fadeli menuturkan daerahnya sanggup menjadi produsen benih dengan kualitas kebutuhan ekspor. Itu dilakukannya dengan dibukanya kawasan pertanian jagung modern seluas 10 ribu hektare. "Sudah kami lakukan," katanya di Desa Tritunggal, Selasa, 7 Maret 2017.

    Fadeli mengatakan pihaknya telah membuka kawasan pertanian jagung modern seluas 100 hektare dengan produktivitas 10,6 ton per hektare. Desa Tritunggal dijadikan percontohan bagi petani daerah lain untuk diterapkan di daerahnya. Dan kini tengah dikembangkan kawasan serupa di lahan seluas 10 ribu hektare.

    Baca pula: Petani Lamongan Belajar Tanam Jagung di Amerika

    Data di Kabupaten Lamongan menyebutkan, pada 2016, luas tanam jagung mencapai 65.737 hektare, terealisasi panen seluas 61.349 hektare dengan produksi mencapai 372.162 ton dan produktivitas 6,2 ton per hektare. Itu naik 15 persen dibanding produksi 2015 sebanyak 323 ribu ton.

    Untuk padi, Fadeli mengaku sudah membuka kawasan percontohan pertanian modern dengan menggunakan benih Inpari 32 dan 33. Varietas ini diproyeksikan mampu mencapai produktivitas 10 ton per hektare.

    Luas tanam padi Lamongan pada 2016 mencapai 158.160 hektare dengan produksi 1.053.796 ton dan produktivitas rata-rata 6,6 ton per hektare. Tahun 2017, ditargetkan produksi padi naik 10 persen.

    SUJATMIKO

    Simak: Pengamat Harapkan KPK Punya Nyali Bongkar Habis Kasus E-KTP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.