Kemlu Tunggu Pemeriksaan WNI Terduga Teroris di Malaysia  

Reporter

Arrmanatha Christiawan Nasir, juru bicara Kementerian Luar Negeri. Tempo/Natalia Santi

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri masih menunggu hasil investigasi warga negara Indonesia terduga terorisme yang dicokok Kepolisian Malaysia. WNI berinisial AA, 28 tahun, diduga terkait dengan jaringan terorisme.

"Sekarang kita lihat prosesnya. Tentu secara hukum, prinsip praduga tidak bersalah itu dipegang sampai dia dibuktikan bersalah," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Maret 2017.

Baca: WNI Terduga Teroris Ditangkap di Malaysia, Ini Langkah Kemlu

Meski masih menunggu penanganan secara hukum oleh aparat Malaysia, Arrmanatha memastikan AA akan menerima hak konsuler sebagai WNI.

Dia tak bisa memastikan pemberitaan yang menyebutkan AA terlibat perencanaan teror yang ditujukan pada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. Kata Arrmanatha, tak ada pengakuan dari AA soal rencana menyerang Raja Salman yang berkunjung ke Malaysia.

"Saat Kedutaan Besar RI bertemu, ia mengaku berencana untuk pergi ke Suriah. Dia tiba di Kuala Lumpur pada tanggal 18 Februari dan bermaksud pergi ke Suriah pada 22 Februari," ucap Arrmanatha.

Baca: Bantuan Hukum Indonesia untuk Tersangka Teroris di Malaysia

Adapun kunjungan Raja Salman ke Malaysia berlangsung pada 26 Februari lalu. Kunjungan itu dilakukannya sebelum datang ke Indonesia pada awal Maret 2017. Sedangkan AA ditahan bersama sejumlah terduga teroris lainnya, pada 21 Februari 2017.

Arrmanatha pun belum bisa memastikan informasi mengenai AA yang sempat diusir dari Turki pada 2016. Kemlu RI, ujar dia, masih berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, untuk mendalami kasus AA.

“Kami belum tahu detail. Informasi (penangkapan AA) ini kita sampaikan pada pihak terkait di sini (Indonesia) untuk cari latar belakang yang bersangkutan,” katanya.

YOHANES PASKALIS






Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

3 hari lalu

Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

Indonesia dilaporkan mengirim delegasi ke Israel untuk menggelar pertemuan rahasia. Kemenlu RI membantah.


Kementerian Luar Negeri : Tak Ada Normalisasi Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

6 hari lalu

Kementerian Luar Negeri : Tak Ada Normalisasi Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

Sebelumnya, Indonesia dilaporkan media Israel mengirim delegasi ke Negeri Bintang Daud untuk menggelar pertemuan rahasia.


Kementerian Luar Negeri Waswas dengan Perkembangan Perang Ukraina

6 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Waswas dengan Perkembangan Perang Ukraina

Kementerian Luar Negeri RI berharap konflik antara Rusia dan Ukraina bisa mencapai satu solusi.


Korea Selatan Hadapi Ageing Population, Peluang Tingkatkan Pengiriman TKI Terampil

11 hari lalu

Korea Selatan Hadapi Ageing Population, Peluang Tingkatkan Pengiriman TKI Terampil

Kementerian Luar Negeri RI mendorong peningkatan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) terampil atau semi terampil ke Korea Selatan


Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kapal Cina Mondar-mandir di Natuna

13 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Tanggapi Kapal Cina Mondar-mandir di Natuna

Kementerian Luar Negeri menanggapi kabar mengenai kapal Cina yang disebut melintas di wilayah Natuna, Riau, dalam satu minggu terakhir.


Amerika Tak Mau Dikaitkan dengan Kunjungan mantan Duta Besar Bill Richardson

13 hari lalu

Amerika Tak Mau Dikaitkan dengan Kunjungan mantan Duta Besar Bill Richardson

Amerika Serikat membantah keterlibatan pihaknya dalam kunjungan Mantan Duta Besar AS untuk PBB Bill Richardson ke Rusia.


Menlu Retno: Persiapan KTT G20 On The Right Track

17 hari lalu

Menlu Retno: Persiapan KTT G20 On The Right Track

Dua bulan menjelang pertemuan tingkat tinggi G20, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut Indonesia sudah siap baik dari segi logistik dan substansi.


Dipilih Jadi Menteri Luar Negeri Inggris, Ini Rekam Jejak James Cleverly

19 hari lalu

Dipilih Jadi Menteri Luar Negeri Inggris, Ini Rekam Jejak James Cleverly

James Cleverly sudah lama menjadi pendukung setia pada Liz Truss, yang merupakan mantan bosnya saat menjadi Menteri Luar Negeri Inggris


Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Vladimir Putin ke KTT G20 Bali

23 hari lalu

Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Vladimir Putin ke KTT G20 Bali

Kantor Kepresidenan Rusia sejauh ini belum memastikan partisipasi Putin, apakah akan hadir di KTT G20 secara tatap muka atau virtual.


Kementerian Luar Negeri Amerika Izinkan Penjualan Peralatan Tempur ke Taiwan

25 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Amerika Izinkan Penjualan Peralatan Tempur ke Taiwan

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui proposal penjualan peralatan militer ke Taiwan senilai USD 1,1 miliar (Rp 16 triliun).