Kasus E-KTP, Ada Jejak Kedekatan Andi Agustinus dan Setya Novanto?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho membawa masuk berkas-berkas perkara dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, 1 Maret 2017. Tempo/Zara Amelia

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho membawa masuk berkas-berkas perkara dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, 1 Maret 2017. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Irman dan Sugiharto, akan mulai menjalani persidangan perdana pada Kamis lusa, 9 Maret 2017.

    Melalui Soesilo Ariwibowo, pengacara keduanya, Irman dan Sugiharto menyatakan bukan sebagai dalang dari korupsi dalam proyek pengadaan yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu. "Saya meyakini ada pelaku-pelaku lain," kata Soesilo di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Maret 2017.

    Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo meminta publik bersiap-siap mendengar dakwaan kasus korupsi e-KTP. Sebab, kata ia, dakwaan itu menyimpan banyak kejutan.

    Baca: Ketika Para Saksi E-KTP Berkata, Setya Novanto sampai Anas Urbaningrum

    "Kalau Anda nanti mendengarkan dakwaan yang dibacakan, Anda akan sengat terkejut. Banyak sekali nama yang disebutkan di sana," ujar Agus saat dicegat Tempo di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 3 Maret 2017.

    Dalam kasus korupsi itu muncul nama Andi Agustinus yang diduga berperan besar dalam menentukan pemenang tender pengadaan proyek di Kementerian Dalam Negeri senilai Rp 5,9 triliun. Majalah Tempo edisi 26 September 2011 menurunkan laporan utama mengenai sepak terjang Andi dalam kasus tersebut.

    Artikel berjudul Belak-belok B-1 KTP di edisi itu memuat kaitan Andi dan politikus Partai Golar, Setya Novanto.

    Seorang direktur utama perusahaan negara peserta tender proyek KTP elektronik mengatakan beberapa bulan sebelum proyek diumumkan, pemenangnya sudah bisa ditebak.

    Simak: Di Balik Kasus E-KTP: Siapa Andi Agustinus, Sang Pengatur Tender

    Menurut dia, faktor Andi Agustinus yang berada di belakang Konsorsium Percetakan Negara menjadi kartu truf. "Semua orang tahu Andi itu orangnya Setya Novanto," katanya. Setya adalah Ketua Fraksi Partai Golkar yang duduk di Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.

    Soal kedekatan Andi dengan Setya bukan cerita baru di kalangan pengusaha yang kerap bermain proyek pemerintah.

    Kedekatan Andi dan Setya juga terjalin dalam proyek KTP elektronik. Irvanto Hendra, keponakan Setya, tercatat sebagai Direktur Utama PT Mura­kabi Sejahtera, salah satu peserta tender KTP elektronik. Murakabi merupakan perusahaan yang sebagian sahamnya pernah dimiliki Vidi Gunawan, adik Andi. Dia keluar dari Murakabi pada 2008. "Namun, dalam tender e-KTP Vidi ikut membantu Murakabi, meski kemudian kalah," ujar sumber tadi.

    Irvanto membenarkan bawa dia keponakan Setya. "Tapi tidak ada hubungan sama sekali dalam proses tender e-KTP," katanya. Vidi membenarkan pernah menjadi pemegang saham Murakabi. "Tapi itu dulu," ujarnya.

    Ketua DPR Setya Novanto juga sempat diperiksa KPK. Setya adalah mantan Ketua Fraksi Partai Golkar. Dalam sejumlah kesempatan, ia membantah jika disebut ikut menerima suap. “Saya tak ada hubungannya sama sekali dengan itu (proyek e-KTP),” ujarnya saat diwawancarai Tempo, Desember 2016.

    MAYA AYU PUSPITASARI | ISTMAN M.P. | MITRA TARIGAN | MAJALAH TEMPO

    Video Terkait:
    Berkas Kasus Korupsi Pengadaan e-KTP Siap Disidangkan
    Terkait Kasus E-KTP, Anggota DPR Ade Komarudin Diperiksa KPK
    Anas Urbaningrum Diperiksa KPK Terkait Proyek E-KTP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.