Ini Kata Pakar Tata Negara Soal Problem yang Membelit DPD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Sidang Paripurna Luar Biasa DPD RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suasana Sidang Paripurna Luar Biasa DPD RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 5 Oktober 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum tata negara dari Universitas Syekh Yusuf (UNIS), Refly Harun, mengatakan problem utama yang ada di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) adalah pengelompokan. Tidak seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang memiliki fraksi-fraksi, di DPD tiap anggotanya bermain sendiri.

    "132 orang (anggota DPD) tanpa grouping memang berat. Masa ada 132 fraksi," kata Refly dalam diskusi Kembalikan Marwah DPD di Hotel Santika, Slipi, Jakarta, Selasa, 7 Maret 2017.

    Baca: Pakar Tata Negara; Perkuat Wewenang DPD

    Permasalahan pengelompokan ini dianggap belum ada solusinya. Di luar negeri, kata Refly, pengelompokan senator bisa dilakukan dengan memilah-milahnya berdasarkan ideologi. "Ada jalur yang konservatif dan liberal, ada antara kanan dan kiri," tuturnya. Menurut dia, pengelompokan seperti ini cenderung dihindari di Indonesia.

    Refly berujar pemecahan masalah ini bisa saja lewat anggota DPD yang bergabung dengan partai politik. Namun, bila seperti ini jangan cuma terafiliasi di satu partai saja.

    Bila tetap diperlukan adanya pengelompokan, dapat mencontoh susunan pimpinan DPD. "Buat tiga fraksi saja, Indonesia bagian timur, bagian barat, dan bagian tengah," ucapnya.

    Simak pula: Jawa Barat Hibahkan Tanah di Bandung untuk Kantor DPD

    Selain itu, ada pula pengelompokan yang bersifat tidak permanen seperti berkelompok yang berdasarkan isu. "Mereka punya concern yang sama, bergabung di satu isu, kemudian kaukus ini yang bekerja," ujar Refly.

    Namun, ia menilai dari semua skenario itu tidak ada yang berjalan di DPD. Yang terjadi, kata dia, permainan politik masing-masing individualnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.