Dipanggil Megawati, Djarot Batal Temui Warga Kalijodo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang menerima pengurus parpol pendukung Ahok-Djarot di kantornya, The City Tower, 7 Maret 2017. TEMPO/Amirullah

    Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang menerima pengurus parpol pendukung Ahok-Djarot di kantornya, The City Tower, 7 Maret 2017. TEMPO/Amirullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Djarot Saiful Hidayat, membatalkan agenda pertemuan dengan warga di Taman Kalijodo, Jakarta Barat. "Bapak (Djarot) dipanggil Ibu Mega (Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri)," kata tim sukses pasangan inkumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot, Ucok, melalui pesan elektronik kepada Tempo, Selasa, 7 Maret 2017.

    Ucok belum dapat memastikan alasan Megawati memanggil Djarot. Sedangkan Ahok tak dapat menemani Djarot lantaran harus mengikuti sidang ke-13 kasus dugaan penodaan agama di Jakarta Selatan.

    Baca: Pengurus Partai Pendukung Ahok Konsolidasi di Kantor Oesman Sapta

    Berdasarkan jadwal kegiatan yang diterima Tempo, Djarot dijadwalkan menyapa warga Taman Kalijodo, setelah mengunjungi redaksi Jawa Pos TV di gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Sebagaimana yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta, kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta putaran kedua dimulai sejak hari ini.

    Selasa malam, 7 Maret 2017, ini pengurus partai pendukung pasangan Ahok-Djarot juga menggelar pertemuan tertutup dengan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Satpa Odang di lantai 19 gedung The City Tower, Jalan Sudirman, Jakarta.

    Adapun tujuan pertemuan yakni silaturahmi dan konsolidasi para sekretaris jenderal partai politik pendukung untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot di pilkada DKI putaran kedua.

    AMMY HETHARIA | AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.