Indonesia Diminta Berperan di Dunia Islam, Ini Kata Pengamat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta –  Pengamat kawasan Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, menilai pemerintah perlu menanggapi ajakan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud agar Indonesia lebih aktif terlibat dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah dan dunia Islam.

    Ini merupakan momen yang jarang terjadi, di mana sebuah negara di Timur Tengah secara langsung meminta Indonesia lebih berperan di dunia Islam, katanya di Jakarta, Selasa, 7 Maret 2017.

    Yon Machmudi menuturkan, posisi Indonesia sebagai negara muslim demokratis terbesar di dunia tentu sangat strategis. Ditambah, kata dia, prospek Indonesia sebagai negara yang terus meningkat kekuatan ekonominya.

    Baca: Lawatan Raja Salman, RI-Arab Saudi Jalin Kerja Sama Intelijen Atasi Terorisme

    Di sisi lain, kata dosen di Fakultas Ilmu Budaya UI itu, Raja Salman, dalam beberapa pidato singkatnya, baik yang di Istana Bogor, di depan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, maupun dalam beberapa komentarnya di tempat-tempat lain secara halus mengungkapkan keinginan yang kuat agar Indonesia dapat bergabung dalam aliansi militer Islam (Islamic Military Alliance) dalam memerangi terorisme dan menciptakan stabilitas kawasan dan dunia internasional. Islamic Military Alliance (IMA) digagas oleh Saudi pada 15 Desember 2015 beranggotakan sekitar 39 negara bermarkas di Riyadh.

    Indonesia sendiri, walaupun sudah berkali-kali diundang untuk bergabung, belum memutuskan. Oleh karena itu, kedatangan Raja Salman, yang diikuti oleh iring-iringan delegasi, ibarat sebuah hajatan peminangan, tuturnya.

    Yon menilai Indonesia, yang memiliki peran penting dalam menjaga dan menyebarkan Islam moderat, dianggap akan berperan penting dalam mewarnai aliansi militer ini. Apalagi Turki sebagai anggota NATO juga telah bergabung dalam kelompok ini.

    Raja Salman pun menegaskan bahwa dasar dari kerja sama dalam menciptakan stabilitas di dunia Islam itu dilandasi oleh prinsip-prinsip bertetangga secara baik, tidak adanya intervensi urusan dalam negeri masing-masing, dan upaya-upaya menyelesaikan masalah-masalah di dunia Islam secara damai, kata peraih gelar PhD dari the Australian National University itu.

    Baca: Lawatan Raja Salman, RI dan Arab Angkat Citra Islam Moderat

    Karena itu, ujar Yon, Arab Saudi berusaha melakukan transformasi ekonomi dan politik sekaligus dengan mendekati Asia sebagai mitra-mitra strategis menggantikan Amerika Serikat.

    Dia menambahkan, ajakan Saudi kepada Indonesia untuk lebih berperan dalam menciptakan perdamaian di dunia Islam merupakan tawaran yang strategis, mengingat selama 47 tahun Indonesia nampak enggan memerankan fungsi strategisnya dalam organisasi negara-negara Islam (OKI).

    Pinangan Raja Salman kepada Indonesia tentu harus dicermati. Ada peluang dan tantangan tersendiri yang harus dikaji secara cermat, kata Yon Machmudi.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.