Guru di Bandung Dapat Umroh Gratis dari Kang Dedi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ide dan gagasan supaya pelajaran inti di sekolah itu cukup tiga sangat beralasan.

    Ide dan gagasan supaya pelajaran inti di sekolah itu cukup tiga sangat beralasan.

    INFO NASIONAL - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menghadiahkan umroh gratis kepada Rosmiyati, seproang guru SD Kadumanis,  Desa Arjasari, Kabupaten Bandung. Hadiah itu diberikan karena pengabdiannya yang sudah 13 tahun menjadi guru honorer.

    Sebelum memberikan umroh gratis kepada Rosmiyati, Kang Dedi, sapaan akrab Bupati, melontarkan satu pertanyaan yang harus dijawab saat mengadakan tatap muka dengan ribuan anggota dan pengurus PGRI Kabupaten Bandung di gedung Sabilulungan, Soreang, Bandung pada Senin, 16 Maret 2017.

    Guru beranak empat dengan honor Rp 300 ribu per bulan itu langsung bersujud syukur di atas karpet merah dekat posisi berdiri Kang Dedi. "Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Terima kasih Kang Dedi. Ini sama sekali nggak disangka-sangka," ujar Rosmiyati.

    Selain Rosmiyati, dua guru honorer lainnya yang mendapatkan hadiah umroh gratis yakni Dedeh Kuraesin dan Yuyun Yuningsih.

    Rosmiyati juga sangat mengapresiasi program pendidikan aplikatif yang sudah dilaksanakan Bupati Dedi di Purwakarta. "Bagus sekali, sebab anak-anak bisa belajar langsung di lapangan," ujarnya.

    Derajat, Wakil Ketua PGRI Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung, menyatakan sangat terkesan dengan gagasan-gagasan yang sudah diimplementasikan Kang Dedi di dunia pendidikan mulai tingkat SD hingga SMA dan sederajat di Purwakarta. "Ide dan gagasan supaya pelajaran inti di sekolah itu cukup tiga yakni calistung (membaca, menulis, dan berhitung) sangat beralasan," kata Derajat.

    Dia setuju jika pelajaran aplikatif yang digagas Kang Dedi itu patut ditiru dan disosialisaikan di dunia pendidikan di Jawa Barat.

    Kang Dedi pun mengaku bangga karena gagasan pelajaran aplikatif yang disampaikannya di setiap pertemuan dengan kalangan guru mendapatkan perhatian yang serius. "Pelajaran aplikatif itu, membuat si anak didik menjadi lebih kreatif, pintar dan berwawasan luas," ujarnya. (*)

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.