Mendagri Tjahjo Kunjungi Kantor Ridwan Kamil, Urusan Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang Bandung Command Centre, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. Ridwan Kamil memiliki 5 alasan, mengapa perlu bersepeda sebagai Walikota di Bandung.  TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang Bandung Command Centre, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. Ridwan Kamil memiliki 5 alasan, mengapa perlu bersepeda sebagai Walikota di Bandung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tiba-tiba berkunjung ke kantor Wali Kota Bandung di Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin, 6 Maret 2017. Agenda kedatangan Tjahjo tidak ada dalam rencana kegiatan Wali Kota bandung Ridwan Kamil hari ini.

    "‎Hari ini dari Jatinangor melantik beberapa pejabat IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), kemudian kami diam-diam berkunjung ke kantornya Pak Wali Kota ini," kata Tjahjo saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin pagi, 6 Maret 2017.

    Baca: Ridwan Kamil Soal Rapor Merah Warga Bandung, Ceritanya...

    Tjahjo mengatakan, ‎kedatangannya sebagai bentuk apresiasi kepada Ridwan Kamil yang mengusung konsep kota pintar dalam memimpin Kota Bandung. "‎Dengan smart city-nya ini, dengan berbagai inovasi-inovasi sebagai wali kota. Kemudian wali kota yang banyak mendapatkan penghargaan banyak inovasinya," ujarnya.

    Tjahjo berencana menjadikan Kota Bandung sebagai percontohan kota pintar di Indonesia.
    "‎Kita menjadikan Kota Bandung ini sebagai kota percontohan. Jadi kami mengapresiasi," ujarnya.

    Ia menegaskan, bahwa kedatangannya itu sekaligus untuk melihat langsung bagaimana menata Kota Bandung. "Tidak hanya cara membangun infrastruktur ekonominya, tetapi juga infrastruktur  sosialnya, masalah kemiskinannya, masalah kemudahan masyarakatnya, ini yang saya kita patut diapresiasi," tuturnya.

    Baca: Ridwan Kamil Bikin Gerakan Jumat Naik Angkot  

    Selain itu, Kementrian Dalam Negeri berencana membagikan aplikasi-aplikasi pelayanan publik milik Pemkot Bandung ke kota kabupaten di seluruh Indonesia.

    "Aplikasi nanti, kita akan sampaikan ke semua daerah sehingga bisa mencontoh. Karena seperti Bandung, Surabaya, Banyuwangi, Denpasar, Yogya, Bantaeng yang kecil tetapi banyak inovasi yang bisa ditiru. Saya kira kalau ini bisa seragam dengan baik, ini akan mudah," kata Tjahjo.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.