KTT IORA, Myanmar Dianggap Sebagai Calon Anggota Potensial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah delegasi negara-negara yang mengikuti Indian Ocean Rim Association (IORA) berfoto bersama sebelum memulai acara hari ini, di Jakarta Convention Center, 5 Maret 2017. TEMPO/Diko

    Sejumlah delegasi negara-negara yang mengikuti Indian Ocean Rim Association (IORA) berfoto bersama sebelum memulai acara hari ini, di Jakarta Convention Center, 5 Maret 2017. TEMPO/Diko

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Summit (KTT IORA) 2017 mengundang Myanmar untuk hadir dan menjadi satu-satunya negara nonanggota yang datang. Sebab, para anggota IORA sangat mengharapkan Myanmar bergabung dengan organisasi ini.

    "Kami berharap mereka akan bergabung dengan kami," kata Sekretaris Jenderal IORA K.V. Bhagirath saat ditemui di Jakarta Convention Center, Ahad, 5 Februari 2017.

    Baca juga: IORA Summit, Kemenlu Ajak Delegasi Jelajah Jakarta

    Bhagirath mengharapkan Myanmar sudah bisa menjadi anggota IORA pada akhir tahun nanti. Saat ini, kata Bhagirat, IORA dan Myanmar sedang berdiskusi mengenai potensi tersebut.

    Menurut Bhagirath, sejauh ini, pihaknya tidak melihat masalah di internal Myanmar yang membuatnya belum bergabung. "Tidak juga, kami tak melihat masalah internal (Myanmar)," ujar Bhagirath.

    Baca pula: KTT IORA Akan Hasilkan Empat Dokumen Kerja Sama

    Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya mengatakan Myanmar merupakan negara yang sangat berpotensial menjadi anggota baru IORA di masa yang akan datang. Karena alasan itulah mereka diundang.

    Meski begitu, Desra mengungkapkan, dalam pertemuan hari ini, belum ada pembicaraan mengenai penambahan anggota baru IORA. "Saat ini tidak karena disepakati untuk tidak dibahas dan itu memerlukan konsensus," kata Desra.

    DIKO OKTARA

    Simak: Begini Masyarakat Bali Memuji Toleransi Raja Salman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.