Begini Masyarakat Bali Memuji Toleransi Raja Salman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Puan Maharani berfoto selfie dengan Presiden Jokowi (kanan), Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud (kedua kanan), dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (kiri), di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Maret 2017. Raja Salman telah bertemu Puan sejak kunjungan hari pertamanya. SETPRES/Agus Suparto

    Menko PMK Puan Maharani berfoto selfie dengan Presiden Jokowi (kanan), Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud (kedua kanan), dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (kiri), di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Maret 2017. Raja Salman telah bertemu Puan sejak kunjungan hari pertamanya. SETPRES/Agus Suparto

    TEMPO.CODenpasar - Masyarakat di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, mengaku senang dengan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud di Pulau Bali. Mereka menganggap kunjungan Raja Salman yang bersifat pribadi itu memiliki makna toleransi yang bisa menjadi renungan untuk masyarakat Indonesia.

    Aro Wibisono, misalnya. Pelajar sekolah menengah atas di Bali ini mengaku gembira dengan kunjungan Raja Salman beserta sekitar 1.500 anggota rombongannya. Menurut dia, kedatangan Raja Salman cukup mengagetkan karena belum pernah sebelumnya ada salah satu tokoh besar dari negara Islam yang berkunjung ke Bali.

    Baca juga: Suasana Menjelang Kedatangan Raja Salman di Bali

    Salah seorang anggota jemaah Masjid Ibnu Batutah di Nusa Dua, Agus Susanto, menilai, kunjungan Raja Salman menunjukkan sikap toleransi tokoh besar Islam. Seorang penjaga dua kota suci umat Islam yang mau menyambangi lokasi yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. 

    "Ini bukti bahwa Islam tidak anti dengan pemeluk agama lain. Ini tentunya juga menepis anggapan sejumlah pihak bahwa Islam merupakan agama yang keras terhadap pemeluk agama lain," ujar Agus seperti dikutip dari Antara. Agus menambahkan, sikap masyarakat Bali yang menerima kedatangan rombongan Raja Salman juga mencerminkan toleransi warga Hindu.

    Pandangan serupa dikemukakan salah seorang anggota jemaat Gereja Katholik Maria Bunda Segala Bangsa di kawasan yang sama, Lilis Dewanto. Anggota jemaat gereja yang sudah 20 tahun menetap di Bali itu menganggap kedatangan Raja Salman diharapkan bisa membawa kedamaian dan dampak positif bagi warga lokal.

    Baca pula: Tokoh Hindu Berharap Raja Salman Kunjungi Pura Besakih

    Dengan sikap toleransi yang dicerminkan Raja Salman, Lilis berharap tokoh besar tersebut mau berkunjung ke kawasan peribadatan di Puja Mandala. Sikap toleransi dan menerima yang ditunjukkan warga Bali memang patut dijadikan contoh.

    Raja Salman tiba di Bali pada Sabtu, 4 Maret 2017 di Base Ops TNI AU I Gusti Ngurah Rai. Enam tokoh agama turut menyambut Raja Salman ketika turun dari pesawat. Salah seorang di antaranya merupakan romo dari Gereja Katholik Maria Bunda Segala Bangsa, yang menyambut dan memberikan salam kepada Raja Salman menggunakan bahasa Arab.

    Romo Evensius Dewantoro, romo yang menyambut Raja Salman di Base Ops, mengatakan kedatangan itu menunjukkan sikap raja yang mau menerima, berhubungan, dan merangkul golongan yang berbeda. Romo menggambarkan bahwa kunjungan Raja Salman telah membawa wajah Islam sebagai agama yang teduh.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?