Raja Salman di Bali, Disambut Tari Pendet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud keluar dari pesawat pribadinya saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Maret 2017. REUTERS

    Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud keluar dari pesawat pribadinya saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Maret 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Denpasar - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud tiba di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menumpangi pesawat kerajaan Saudi Arabia SV-01 sekitar pukul 17.53 Wita, Sabtu, 4 Maret 2017.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Petrus Golose serta Panglima Kodam IX/Udayana menyambut kedatangan Raja Salman di bandara. Tokoh lintas agama juga terlihat menyambut raja dari Arab Saudi itu.

    Baca juga:

    Suasana Jelang Kedatangan Raja Salman di Bali
    Raja Salman Kunjungi Bali, Ini yang membuat Pecalang Bangga

    Raja Salman kemudian disambut tari Pendet, tari penyambutan khas Bali yang ditampilkan 50 anak-anak diiringi penabuh gamelan khas Pulau Dewata. Iring-iringan rombongan Raja Arab Saudi kemudian keluar dari pintu sebelah barat Base Ops Pangkalan Udara Ngurah Rai yang merupakan akses emergency sekitar pukul 18.19 Wita.

    Ratusan mobil mewah berjalan beriringan dengan dikawal ketat petugas kepolisian dan Polisi Militer serta Paspampres dengan mengendarai sepeda motor dan mobil pengawal.

    Raja Salman menumpangi mobil Mercedes sempat membuka kaca mobil sesaat setelah keluar dari bandara sembari melambaikan tangan. Rombongan tersebut kemudian membelah jalan raya kawasan bandara yang biasanya padat menembus hingga Tol Bali Mandara menuju Nusa Dua.

    ANTARA


    Simak: Pengamat: Raja Salman Datang, Perbaiki Citra Jokowi dan Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.