Raja Salman ke Bali, 4 Penerbangan ke Lombok Bisa Kena Delay

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, melepas Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, seusai melakukan kunjungan kenegaraan dan pertemuan Bilateral dengan Pemerintah Indonesia, di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. Raja Salman akan kembali lagi ke Indonesia untuk berlibur di Bali usai melakukan kunjungan ke Brunei dan Malaysia. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, melepas Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, seusai melakukan kunjungan kenegaraan dan pertemuan Bilateral dengan Pemerintah Indonesia, di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. Raja Salman akan kembali lagi ke Indonesia untuk berlibur di Bali usai melakukan kunjungan ke Brunei dan Malaysia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Mataram - Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Bali diantisipasi penerbangan yang menghubungkan Bali-Lombok. General Manager Lombok International Airport I Gusti Ngurah Ardita mengatakan sesuai Notice to Airmen (Notam), rencananya Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, akan ditutup mulai pukul 17.30 sampai 18.15 waktu Indonesia tengah.

    "Ada empat penerbangan yang kemungkinan menghadapi delay jika tidak tepat waktu," kata Ngurah Ardita, Sabtu, 4 Maret 2017.

    Baca: Provokasi Marak di Medsos, Begini Cara Hadapi Akun Penghujat

    Antara lain dua penerbangan Garuda, satu penerbangan Wings Air, dan satu penerbangan Lion Air. Sedangkan kalau lancar keberangkatannya dari Ngurah Rai, tidak terkena dampak penutupan.

    Gusti Ngurah Ardita menjelaskan jika penerbangan dari Ngurah Rai tepat waktunya, waktu kembalinya dari LIA tidak masalah karena Ngurah Rai belum ditutup. "Jika tidak tepat waktunya, maka mengalami delay," ucap dia.

    Dia melanjutkan, pesawat VVIP biasanya lebih ketat tepat waktu penerbangannya sehingga tidak ada kendala yang disebabkan oleh keterlambatan pesawat tamu tersebut.

    Baca: Tak Ada MoU Soal TKI dengan Raja Arab, Ini Penjelasannya

    Dari sisi keamanan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Ajun Komisaris Besar Tri Budi Pangastuti mengatakan penjagaan pintu-pintu masuk wilayah Bali di bandara dan pelabuhan yang ada di Lombok juga Sumbawa, patroli darat dan laut diperketat. "Juga razia terutama tentang senjata tajam, senjata api, narkoba, penempatan pos pam di bandara dan pelabuhan," tutur dia.

    Pengamanan yang diprioritaskan adalah bandara, pelabuhan di daerah Lombok Barat dan di Kota Mataram. Selain itu, Kepolisian Nusa Tenggara Barat memeriksa warga yang keluar-masuk Nusa Tenggara Barat, Pulau Sumbawa, maupun Lombok.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.