Mahasiswa Jadi Ujung Tombak Menangkal Radikalisme  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Jakarta -  Perguruan Tinggi mempunyai peran penting dan strategis dalam menangkal bahaya radikalisme dan intoleransi yang tumbuh di masyarakat.

    "Mahasiswa diharapkan jadi ujung tombak untuk menangkal tumbuh kembangnya paham radikalisme," kata Koordinator Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Prof Dr Iza Fadri usai menjadi pembicara dalam acara Penyambutan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila di Jakarta, Jumat 3 Maret 2017.

    Iza Fadri menyampaikan materi bertajuk Peran Institusi Pendidikan Tinggi Dalam Memberikan Kontribusi, Solusi Terhadap Meningkatnya Gejala Intoleransi, Radikalisme, dan Lemahnya Daya Saing Bangsa dihadapan ratusan mahasiwa Pascasarjana. Menurut dia, kepolisian mendorong kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di tanah air termasuk dengan Universitas Pancasila. Caranyam dengan memberikan edukasi tentang kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berbagai macam perbedaan.

    Baca: Lawatan Raja Salman, RI dan Arab Angkat Citra Islam Moderat

    "Kapolri sangat mengapresasi kerjasama dengan perguruan tinggi tersebut," kata mantan gubernur PTIK tersebut.

    Dia melanjutkan, dalam kerja sama tersebut pihaknya telah membentuk tim sosialisasi untuk memberikan pelatihan kepemimpinan dalam proses berbangsa dan bernegara. Tujuannya, agar mahasiswa lebih memahami perbedaan-perbedaan yang ada.

    Sementara itu Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono mengatakan pihaknya terus melakukan interaksi dengan aparat kepolisian agar bisa bekerjasama dalam menangkal bahaya radikalisme. "Kami terus berkomunikasi dengan kepolisian agar bisa menanggulangi bahaya radikalisme dikalangan mahasiswa," katanya.

    Baca: Bertemu 28 Tokoh Agama, Raja Salman: Jaga Toleransi

    Menurut dia, dengan mengajarkan nilai-nilai luhur Pancasila, para mahasiswa diharapkan memahami arti perbedaan sebagai pemberian Allah. Perbedaan tersebut, lanjutnya, apabila disinergikan perbedaan merupakan kekuatan yang luar biasa.

    Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila, Satjipto mengatakan untuk menangkal bahaya radikalisme dan intoleran maka perlu dilakukan riset ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. "Jadi bukan hanya perkiraan-perkiraan saja," ucap dia.

    Menurut dia, penelitian ini bukan hanya untuk dalam jangka waktu pendek saja tetapi dalam jangka panjang. Jadi ditanamlan dalam proses pendidikan yang panjang. "Kita harus tetap utuh sebagai bangsa dan Negara. Pancasila harus kita pupuk dan ini tentunya harus diperjuangkan," katanya.

    ANTARA
    Simak: Kisah Mantan Teroris Sempat Berganti Profesi, Kini Kecukupan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.