Tembakau Gorila, Polisi Incar Teman Andika Eks Paterpan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 9,77 kg tembakau Gorila menjadi bagian barang bukti yang akan dikumpulkan halaman Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jakarta, 2 Maret 2017. Tempo/Febri Husen/Magang

    Sebanyak 9,77 kg tembakau Gorila menjadi bagian barang bukti yang akan dikumpulkan halaman Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jakarta, 2 Maret 2017. Tempo/Febri Husen/Magang

    TEMPO.CO, Bandung - Peredaran tembakau gorila semakin meluas. Penangkapan eks Peterpan, Andika Naliputra oleh Polrestabes Bandung, Jawa Barat, menambah panjang daftar pengguna ganja sintetis itu. Pengusutan kasus Andika, polisi akan memeriksa sejumlah teman-temannya di grup musik The Titans. Langkah ini untuk mencegah agar korban tembakau gorila tidak terus bertambah.

    "Khusus untuk tembakau gorila, sejak Januari sampai sekarang sudah delapan kasus termasuk AN (Andika Naliputra). Kalau dilihat dari jumlahnya enggak banyak, tapi perlu diwaspadai," ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Febry Kurniawan, , Jumat, 3 Maret 2017.

    Baca: Begini Peta Jaringan Tembakau Gorila

    Menurut Febri, pengakuan Andika menggunakan tembakau gorila berkaitan dengan pekerjaannya sebagai pemusik.  Tidak menutup kemungkinan, kata Febri, pengusutan kasus Andika akan merembet kepada rekan-rekan di grup musiknya saat ini: The Titans.

    Febri melanjutkan, efek konsumsi tembakau gorila sama seperti menghisap ganja yakni halusinasi. Karena terdapat zat kimia, pengguna akan hilang kesadaran. "Yang lebih parah badan kaku dan menimbulkan ketergantungan," kata Febri.

    Hal tersebut diketahui berdasarkan pengakuan Andika, yang sudah memesan dua kali tembakau haram tersebut ke penjual yang sama. Namun, pembelian kedua belum sempat dikonsumsi,  Andika keburu diciduk petugas di rumahnya di Bandung.  "Belum sempat dibuka, masih dalam keadaan utuh."

    Baca jugaNarkotik Berbahaya itu Tembakau Super Cap Gorila

    Febri menuturkan, pengawasan terhadap penjualan tembakau gorila sedikit berbeda dengan perdagangan narkoba jenis lain. Untuk tembakau gorila sebagian besar dijualbelikan melalui media sosial.  "Kami mewaspadai peredaran melalui Internet. Meskipun di luar itu kemungkinan ada.”

    Mengingat bahayanya tembakau gorilla, Menteri Kesehatan telah menerbitkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dan tembakau gorila masuk dalam 27 zat baru dalam kategori narkotika. Pengguna tembakau gorila dapat dikenai pidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.