Lawan Terorisme, RI dan Arab Saudi Luncurkan Program Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi sepakat melakukan program pertukaran tenaga dan keahlian serta kegiatan promosi budaya.

    Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan program itu bertujuan mempromosikan citra Islam yang moderat. Upaya tersebut diharapkan bisa melawan terorisme dan radikalisme yang terjadi di kedua negara.

    Hilmar mengatakan Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi, Adel bin Zaid Al-Toraifi, kagum dengan kerukunan umat beragama di Indonesia. Bahkan dia menyebut masyarakat Indonesia sebagai `smiling moslems`. Karena itu dia merasa terinspirasi dan berniat membawa "budaya Islam" Indonesia ke Arab Saudi.

    Baca: Pemerintah Tawarkan Obyek Wisata Mandeh kepada Investor Arab

    Hilmar mengatakan pemerintah Indonesia akan mengirim guru bahasa Arab ke Arab Saudi dalam program pertukaran tenaga dan keahlian. Begitu pula sebaliknya. “Pertukaran guru untuk mendukung pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Indonesia,” kata Hilmar, seperti dilansir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 4 Maret 2017.

    Selain guru, program pertukaran tenaga dan keahlian itu juga melibatkan pelajar. Hilmar berharap melalui program tersebut akan semakin banyak pelajar dari Arab belajar di Indonesia. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam program Beasiswa Darmasiswa yang didanai pemerintah Indonesia.

    Hilmar mengatakan promosi bahasa Arab dan bahasa Indonesia juga akan dilakukan dengan pertukaran referensi. Selain memanfaatkan buku terjemahan dan karya sastra, kedua negara juga akan melakukan promosi melalui pameran dan konferensi.

    Baca: RI Dorong Arab Saudi Segera Bayar Santunan Para Korban Crane

    Arab Saudi telah mengundang Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam Riyadh Book Fair. Selain mempromosikan buku dan industri penerbitan, Indonesia diharapkan dapat menyajikan pertunjukan budaya seni dan karya-karya seni. “Kesenian nusantara yang mendapat pengaruh Islam tentu akan sangat menarik untuk publik di sana,” kata Hilmar.

    Sementara Indonesia mengundang Arab Saudi untuk berpartisipasi dalam Festival Istiqlal pada 2018. Menurut Hilmar, Adel menyambut baik undangan tersebut. “Beliau mengatakan, bahkan kalau perlu sebagai langkah awal membuat suatu corner yang bisa diisi informasi mengenai Islam di Arab Saudi,” kata dia.

    Dalam kegiatan tersebut, Indonesia berencana menampilkan contoh kontribusi Indonesia dalam perkembangan peradaban Islam dunia. “Kami ingin mengirim pesan bahwa sebetulnya keragaman Islam itu luar biasa karena hidup di dalam konteks yang berbeda dan penyeragaman itu bukan jalan keluar,” kata dia.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra