Banjir Landa Pengalengan, Sedikitnya 52 Keluarga Mengungsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak SDN Dayeuhkolot 7 dan 10 berjalan melewati banjir Sungai Citarum usai belajar di kelas darurat di Kampung Bolero, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, 3 Maret 2017. Murid terpaksa belajar dengan fasilitas seadanya. TEMPO/Prima Mulia

    Anak-anak SDN Dayeuhkolot 7 dan 10 berjalan melewati banjir Sungai Citarum usai belajar di kelas darurat di Kampung Bolero, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, 3 Maret 2017. Murid terpaksa belajar dengan fasilitas seadanya. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Banjir bandang melanda dua kampung di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jumat sore, 3 Maret 2017. Korban dilaporkan nihil.

    Informasi awal dari Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebutkan, banjir bandang itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

    BPBD Kabupaten Bandung sementara ini mencatat ada 52 keluarga dengan 195 jiwa yang mengungsi. Tempat pengungsian adalah Bale Desa dan dua sekolah madrasah.

    Baca : Bencana Alam di Sumatera Barat, Ini Sebaran Titik Banjir dan Longsor

    Dua kampung yang terlanda yaitu Babakan Lapang dan Babakan Kananga di Desa Banjarsari Kecamatan Pangalengan. "Banjirnya dari Sungai Kananga," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Heru Kiatno, saat dikonfirmasi Jumat malam, 3 Maret 2017.

    Tim malam ini tengah meluncur ke lokasi bencana. "Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban jiwa," kata Heru.

    Banjir bandang itu terjadi setelah tiga jam turun hujan deras di wilayah tersebut. Warga yang terdampak, kata Heru, telah dievakuasi ke tempat aman. Banjir sendiri dilaporkan telah surut.

    ANWAR SISWADI

    Simak pula : Raja Salman dan Kalla Bertemu di Hotel, Ini Yang Dibicarakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.