Senin, 26 Februari 2018

Dititipi TKI, Raja Salman Sudah Anggap WNI Seperti Warganya

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 3 Maret 2017 22:12 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dititipi TKI, Raja Salman Sudah Anggap WNI Seperti Warganya

    Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah) dan Presiden Jokowi dalam pertemuan di Hotel Raffles, Jakarta, 3 Maret 2017. Sebanyak 28 tokoh lintas agama yang dijamu Raja Salman itu berasal dari agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Biro Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menyatakan berkomitmen melindungi seluruh warga Indonesia di negaranya. Hal itu disampaikan sebagai respons atas permintaan Presiden Jokowi yang secara khusus menitipkan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.

    Laporan Investigasi di Majalah Tempo 20-26 Maret 2017 tentang perdagangan manusia melaporkan jaringan serta modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia menjebak korbannya, khususnya TKI dari Nusa Tenggara Timur. Jika jumlah TKI legal di Malaysia mencapai 1,2 juta orang. Jumlah TKI ilegal diperkirakan dua kali lebih besar. Mereka kerap tak memperoleh haknya, bahkan terkadang disiksa atau dibunuh
    Infografik: Berdagang Orang ke Malaysia

    "Presiden Jokowi secara langsung menitipkan WNI yang tinggal di Saudi kepada Raja Salman. Raja Salman merespons akan melindungi WNI di negaranya karena beliau menganggap WNI adalah warga negara mereka juga,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di kantornya, Jakarta, Jumat, 3 Maret 2017.

    Baca: Raja Salman dan Kalla Bertemu di Hotel, Ini yang Dibicarakan

    Menteri Retno mengatakan bahwa Raja Salman menganggap warga negara Indonesia turut berkontribusi dalam sektor pembangunan dan ekonomi Saudi.

    Investigasi: Jaringan 'Mafia' Penjual Manusia

    Berdasarkan data Kemlu RI, sekitar 800 ribu WNI berada di Arab Saudi. Untuk itu, perlindungan WNI menjadi salah satu prioritas perwakilan RI dan pemerintah Saudi.

    Baca: Raja Salman Memuji Keberagaman Agama di Indonesia

    Arab Saudi tercatat sebagai salah satu negara yang paling banyak menerima pekerja asal Indonesia. Selain itu, setidaknya 25 WNI di Arab Saudi terjerat masalah hukum dengan ancaman pidana hukuman mati. Mereka terdiri dari 12 WNI didakwa dalam kasus pembunuhan, 5 WNI didakwa memakai sihir, dan 8 WNI didakwa melakukan zina.

    “Maka dari itu, masalah perlindungan WNI di Saudi dan seluruh negara asing menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia,” kata Retno.

    GRANDY AJI | EA

    Video Terkait:
    Investigasi Majalah Tempo: Perdagangan Manusia ke Malaysia
    Korban Perdagangan Manusia, 8 TKI Brebes Diselundupkan Lewat Laut


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.