KSAU: Kebutuhan yang Mendesak adalah Helikopter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto saat menerima Tempo untuk sebuah wawancara di Mabes TNI, Cilankap, Jakarta Timur. TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto saat menerima Tempo untuk sebuah wawancara di Mabes TNI, Cilankap, Jakarta Timur. TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

    TEMPO.CO, Jakarta - TNI Angkatan Udara saat ini membutuhkan helikopter untuk mewujudkan kemandirian pertahanan nasional. Karena itu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto meminta PT Dirgantara Indonesia (Persero) memproduksinya.

    “Saya sudah sampaikan ke Direktur Utama (PT Dirgantara Indonesia) bahwa kebutuhan yang mendesak adalah helikopter,’’ kata Hadi dalam kunjungannya ke Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat, 3 Maret 2017.

    Baca:
    KSAU Usulkan Pesawat Tempur F-5 Diganti Generasi 4,5

    Jika Kementerian Pertahanan meneken kontrak pengadaan helikopter, Hadi berharap PT Dirgantara Indonesia memperhatikan spesifikasi yang diinginkan. Untuk menjamin hasil produksi, TNI Angkatan Udara akan mengirim personel untuk melakukan pendampingan terhadap PT Dirgantara Indonesia. “Sehingga proses produksi dari pengadaan itu berjalan sesuai yang kami inginkan,’’ ujar Hadi yang juga Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia.

    Selain helikopter, kebutuhan lain yang mendesak bagi TNI Angkatan Udara adalah pesawat angkut ringan. Proses pembuatannya juga bergantung pada kontrak yang diteken Kementerian Pertahanan dengan PT Dirgantara Indonesia.

    Baca juga:
    Cegah Korupsi, KSAU Lakukan Pendampingan Pengadaan Alutsista

    Saat berkunjungan ke Lanud Iswahjudi, Hadi juga menyempatkan diri bertatap muka dengan para prajurit. KSAU juga meninjau pesawat tempur F-5 Tiger II di Skadron Udara 14 yang sudah hampir setahun tidak terbang.

    Hadi menginginkan pesawat itu diganti dengan generasi 4,5. Sebab, memiliki kelebihan pada mesinnya yang tidak perlu diganti untuk jangka panjang. Selain itu, mampu mengangkat beban seperti senjata dan bahan bakar dalam jarah jauh. Karena itu, dianggap cocok untuk Indonesia yang memiliki wilayah luas.

    Selain ingin mengganti pesawat F-5, TNI AU telah mengajukan pembaharuan pesawat T50i Golden Eagle di Skadron 15 Lanud Iswahjudi. Menurut Hadi, pembaharuan dibutuhkan karena pesawat T50i memiliki sejumlah kekurangan di antaranya pada bagian radarnya.

    Lihat pula: Soal Pembelian Airbus A400M, KSAU Hadi: Belum Ada Rencana

    Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Iswahjudi, Letkol Sus Ninuk Herlina, mengatakan kunjungan KSAU untuk mengecek kondisi pesawat tempur dan memberikan motivasi kepada para anggota TNI AU. “Melihat alat utama sistem persenjataan yang menjadi tanggungjawabnya. Apalagi, Pak Presiden memberikan perhatian terhadap pertahanan di daerah – daerah perbatasan yang rawan.”

    NOFIKA DIAN NUGROHO

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.