KPK: Duit Suap Bupati Klaten Tak Cuma untuk Beli Jabatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dugaan suap terkait promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Kabupaten Klaten, Sri Hartini tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 11 Januari 2017. Bupati Klaten nonaktif tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama dengan tersangka Suramlan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka dugaan suap terkait promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Kabupaten Klaten, Sri Hartini tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 11 Januari 2017. Bupati Klaten nonaktif tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama dengan tersangka Suramlan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami sumber uang yang diterima Bupati Klaten Sri Hartini dalam kasus suap jabatan. Akhir tahun lalu, penyidik KPK menemukan uang Rp 5 miliar dari tangan Sri yang diduga hasil lelang promosi jabatan di pemerintah Kabupaten Klaten.

    Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, duit sebesar Rp 5 miliar itu tak hanya diberikan kepada Sri Hartini hanya untuk membeli jabatan. "Ada indikasi dana untuk keperluan lain," katanya di kantor KPK, Jumat, 3 Maret 2017.

    Baca juga:
    Tiga Bulan Disidik, KPK Periksa 400 Saksi Suap Bupati Klaten
    Kasus Suap Bupati Klaten, KPK juga Bidik Dana Aspirasi DPRD

    Febri mengatakan informasi penting ini diketahui dari para saksi yang diperiksa penyidik. Meski demikian, Febri masih belum mau mengungkapkan untuk apa lagi uang miliaran rupiah itu diberikan kepada Sri Hartini. "Kami dalami terus dalam penyidikan," ujar dia.

    Mulai dari operasi tangkap tangan hingga hari ini, penyidik antirasuah telah memeriksa 400 saksi yang berasal dari berbagai kalangan. Di antaranya adalah kepala dinas, camat, peawai negeri sipil, dan swasta.

    Baca pula: Penyuap Sudah di LP Semarang, Bupati Klaten Menunggu 2 Bulan

    Selain Bupati Klaten Sri Hartini, dalam perkara ini KPK juga menetapkan Suramlan, Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, sebagai tersangka. Ia diduga menyuap Sri untuk memperoleh promosi jabatan.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Simak:
    Kesan Hamdan Zoelva Bertemu Raja Salman (3), Kekuatan Baru
    Bertemu 28 Tokoh Agama, Raja Salman: Jaga Toleransi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?