KSAU Usulkan Pesawat Tempur F-5 Diganti Generasi 4,5  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marsekal TNI Agus Supriatna dan Pejabat baru KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan), mengikuti upacara serah terima jabatan, di Lapangan Udara Militer TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, 20 Januari 2017. Kepala Staff TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto secara resmi menggantikan Marsekal TNI Agus Supriatna yang telah memasuki masa pensiun. TEMPO/Imam Sukamto

    Marsekal TNI Agus Supriatna dan Pejabat baru KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan), mengikuti upacara serah terima jabatan, di Lapangan Udara Militer TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, 20 Januari 2017. Kepala Staff TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto secara resmi menggantikan Marsekal TNI Agus Supriatna yang telah memasuki masa pensiun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Magetan – Kepala Staf TNI Angkatan Udara  atau Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya telah mengajukan pesawat tempur generasi 4,5 sebagai pengganti pesawat F-5 Tiger II di Skadron Udara 14 Pangkalan Udara  Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.

    Menurut dia, pesawat generasi 4,5 memiliki kelebihan pada mesinnya yang tidak perlu diganti dalam jangka panjang. Selain itu, pesawat mampu mengangkat beban seperti senjata dan bahan bakar dalam jarak jauh. Karena itu, dianggap cocok untuk Indonesia yang memiliki wilayah luas.

    "Angkatan Udara memberikan spesifikasinya saja. Untuk tipenya, kewenangan Menteri Pertahanan," kata Hadi di sela kunjungan ke Lanud Iswahjudi, Jumat, 3 Maret 2017.

    Baca: Raja Salman Memuji Keberagaman Agama di Indonesia

    Hadi berharap permintaan pesawat pengganti termasuk peralatan pendukungnya segera terealisasi. Sebab, pesawat lama sudah tidak terbang hampir setahun ini. Selain itu, penggantian F-5 sudah masuk rencana strategis tahap II pada tahun 2015 – 2019. “Pesawat generasi 4,5 tidak kalah dengan pesawat milik negara tetangga,’’ ujar dia kepada sejumlah wartawan.

    Selain ingin mengganti pesawat F-5, pihak TNI AU telah mengajukan pembaharuan pesawat T50i Golden Eagle di Skadron 15 Lanud Iswahjudi. Menurut Hadi, pembaharuan dibutuhkan karena pesawat T50i memiliki sejumlah kekurangan di antaranya pada bagian radarnya.

    "Apabila pesawat T50i sudah bisa terbang, operasi pengamanan wilayah udara di Papua dan daerah timur (Indonesia) bisa dilaksanakan," tuturnya.

    Simak: Siti Aisyah ke Sidang Pakai Rompi Antipeluru, Ini Kata Kemlu

    Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Iswahjudi, Letnan Kolonel Sus Ninuk Herlina mengatakan kunjungan  Hadi Tjahjanto ke Magetan untuk mengecek kondisi pesawat tempur di lanud tersebut. Selain itu juga memberikan motivasi kepada para anggota TNI AU.

    “Melihat kesiapan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang menjadi tanggungjawabnya. Apalagi, Pak Presiden memberikan perhatian terhadap pertahanan di daerah – daerah perbatasan yang rawan,’’ kata Ninuk.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.