Polisi Ringkus Kawanan Pembobol ATM Bermodus Tusuk Gigi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kasus pembobolan ATM. ANTARA/Siswowidodo

    Ilustrasi kasus pembobolan ATM. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Sleman - Kepolisian Sektor Ngaglik, Kabupaten Sleman meringkus empat pelaku pembobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Komplotan yang bermodalkan tusuk gigi ini bisa menggasak uang Rp 40 juta.

    Pelaku diketahui merupakan penjahat antarprovinsi yang sering membobol ATM dengan modus sama, yaitu menggunaka tusuk gigi. Tusuk gigi dipakai untuk mengganjal bibir lubang kartu.

    "Mereka merupakan jaringan lintas provinsi," kata Kepala Kepolsian Sektor Ngaglik Komisaris Danang Kuntadi, Kamis, 2 Maret 2017.

    Baca: Komplotan Tusuk Gigi Gasak Puluhan Juta Rupiah dari ATM

    Pelaku ialah Priyanto Santoso, 41 tahun, warga Bandung, Jawa Barat ; Eriko, 34 tahun, warga Serang, Banten; Junaidi, 55 tahun , warga Bandung, Jawa Barat dan Ardiyansyah, 44 tahun warga Bogor, Jawa Barat. Setiap menjalankan aksinya mereka menggunakan mobil sebagai alat transportasinya.

    Danang menuturkan peristiwa pembobolan ATM  itu terjadi di dalam sebuah toko modern Jalan Kaliurang Kilometer 8, Prujakan, Sinduharjo, Ngaglik. Kejadian pada 23 Januari itu terekam kamera pengawas.

    Saat itu, kata Danang, ada seorang nasabah yang menggunakan mesin ATM tersebut untuk menarik uang. Tetapi sebelumnya, Eriko terlebih dahulu mengganjal lubang mesin dengan tusuk gigi. Setelah bibir mesin terganjal, penjahat itu kembali ke dalam mobil sambil memantau korban.

    Simak: Polda Jawa Timur Musnahkan Barang Bukti Narkoba Rp 71 Miliar

    Sedangkan dua pelaku lainnya, yaitu Priyatno dan Junaidi bertugas mengamati ATM di dalam toko dengan pura-pura berbelanja. Saat korban tidak bisa memasukkan kartu, pelaku pura-pura membantu dan menelpon operator bank. Saat itu, kartu ATM korban ditukar dengan kartu yang telah disiapkan oleh pelaku.

    Setelah itu, pelaku mengambil tusuk gigi yang mengganjal mulut lubang kartu. Kemudian memasukkan kartu dan memasukkan nomor rahasia (personal identity number). Otomatis kartu tak bisa digunakan karena sudah ditukar.  "Saat korban memasukkan PIN, pelaku mengamati dan menghafal," kata Danang.

    Para komplotan ini kembali ke mobil dan mengambil uang dari ATM di lokasi lain. Duit Rp 40.520.000 digasak oleh mereka beberapa kali. Karena merasa kehilangan, korban melapor ke polisi.

    "Ada dua kejadian yang dilakukan oleh komplotan itu di tempat lain. Duit yang digasak Rp 16 juta. Kami masih mendalami kasus ini," kata dia.

    Lihat: Potong Teralis, 3 Tahanan Polsek Lirik, Indragiri Hulu Kabur

    Masyarakat diimbau untuk tidak gegabah jika mengambil uang di ATM. Jika ada kesulitan dan ada orang ingin menawarkan jasa membantu sebaiknya dihindari. Apalagi ada yang minta PIN-nya. Lebih baik lapor ke petugas yang ada di dekat ATM. "Ada aliran transfer ke orang lain, kami masih buru, ada puluhan kartu juga kami sita," kata Danang.

    Komplotan tusuk gigi itu terancam hukuman 7 tahun penjara. Pasal yang digunakan adalah pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Dalih salah satu pelaku, Junaidi, uang yang diambil itu untuk kebutuhan keluarga. Ia bersama komplotan sudah lama melakukan modus pencurian berbekal tusuk gigi. "Hasilnya untuk keluarga," kata Junaidi.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.