Setya Novanto Minta Raja Salman Ampuni TKI, Arsul: Itu Wajar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud melambaikan tangan didampingi Ketua DPR Setya Novanto setibanya di ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 2 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud melambaikan tangan didampingi Ketua DPR Setya Novanto setibanya di ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 2 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Arsul Sani, menilai pidato Ketua DPR Setya Novanto soal pengampunan TKI atau Tenaga Kerja Indonesia yang bermasalah saat kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, wajar.

    Laporan Investigasi di Majalah Tempo 20-26 Maret 2017 tentang perdagangan manusia melaporkan jaringan serta modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia menjebak korbannya, khususnya TKI dari Nusa Tenggara Timur. Jika jumlah TKI legal di Malaysia mencapai 1,2 juta orang. Jumlah TKI ilegal diperkirakan dua kali lebih besar. Mereka kerap tak memperoleh haknya, bahkan terkadang disiksa atau dibunuh

    Infografik: Berdagang Orang ke Malaysia

    Setya Novanto meminta Raja Salman mengampuni tenaga kerja Indonesia yang bermasalah dengan hukum di Arab Saudi. Politikus Partai Golkar itu menyampaikan hal itu saat berpidato dalam acara kunjungan Raja Salman ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

    Baca: Setya Novanto Minta Raja Salman Ampuni TKI Bermasalah Hukum

    "Sebagai wakil rakyat, maka yang disampaikan itu wajar dan patut saja Pak Novanto menyampaikan itu. Itu ekspresi wakil rakyat," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 2 Maret 2017.

    Investigasi: Jaringan 'Mafia' Penjual Manusia

    Meski Ketua DPR menyampaikan permintaan pengampunan kepada Raja Salman, Arsul menegaskan, hal itu tidak berarti Indonesia meminta warganya tidak dihukum jika melakukan tindakkan kriminal. "Itu kan untuk yang divonis hukuman mati, mbok ya diampuni," ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.

    Baca: Anggota Timwas TKI Minta Raja Salman Ampuni TKI Rusmini  

    Arsul menilai konsep hukum pidana Arab Saudi yang berdasarkan hukum Islam mengenal konsep permaafan. Menurut dia, pernyataan Novanto itu sama artinya dengan membuka peluang pemerintah Arab Saudi memanfaatkan konsep tersebut. "Caranya membujuk keluarga korban untuk memaafkan. Itu artinya ingin membuka peluang karena sistem hukum yang memungkinkan," kata dia.

    ARKHELAUS W. | AHMAD FAIZ

    Video Terkait:
    Investigasi Majalah Tempo: Perdagangan Manusia ke Malaysia
    Korban Perdagangan Manusia, 8 TKI Brebes Diselundupkan Lewat Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.