Raja Salman Kunjungi Bali, Ini yang membuat Pecalang Bangga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas keamanan adat atau Pecalang memberikan hormat saat gelar pasukan Operasi Lilin 2016 di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, 22 Desember 2016. Operasi ini melibatkan 2.828 personil yang terdiri dari kepolisian, TNI dibantu pecalang. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sejumlah petugas keamanan adat atau Pecalang memberikan hormat saat gelar pasukan Operasi Lilin 2016 di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, 22 Desember 2016. Operasi ini melibatkan 2.828 personil yang terdiri dari kepolisian, TNI dibantu pecalang. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Puluhan pecalang (petugas keamanan desa adat di Bali) mengikuti apel gabungan pasukan TNI/Polri di Lapangan Laguna, Nusa Dua, Bali, Jumat, 3 Maret 2017.  Apel gabungan itu sebagai persiapan pengamanan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Bali pada 4-9 Maret 2017. Pecalang dilibatkan untuk mengamankan kunjungan Raja Salman dan rombongan selama menginap di Nusa Dua.

    “Kami senang dan bangga dengan tugas ini. Kami juga senang daerah kami dikunjungi sang raja,” kata Ketua Pecalang Desa Adat Kampial Wayan Suadi yang wilayahnya meliputi kawasan Nusa Dua.

    Baca: Raja Salman Bertemu Tokoh Lintas Agama, Siang Ini

    Tugas seperti itu, ucap dia, sudah biasa dilakukan pecalang bila ada event penting yang dilaksanakan di sekitar Nusa Dua. Tugas utama pecalang adalah menjaga ketertiban, khususnya yang berhubungan dengan kepentingan warga setempat.

    Mereka juga ikut mendeteksi bila ada hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban untuk kemudian disampaikan kepada aparat TNI atau Polri.

    Sejauh ini, menurut Wayan, belum ada pembatasan-pembatasan yang disampaikan kepada masyarakat terkait dengan kehadiran Raja Salman. Namun nantinya akan ada imbauan agar warga yang tak memiliki kepentingan tidak perlu mendekati area para tamu menginap.

    Simak: Tiga Catatan Penting MUI atas Kunjungan Raja Salman

    "Yang seperti itu juga sudah biasa bagi warga. Jadi tidak ada yang merasa risih, karena (warga) di sini sadar bahwa sektor pariwisatalah yang menopang (kehidupan) Bali,” tuturnya.

    ROFIQI HASAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.