Wakil Ketua DPR: Kunjungan Raja Salman Momentum Investasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR, Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Agus Hermanto (kiri) dan Fadli Zon berfoto sebelum rapat pimpinan DPR di ruang rapat pansus, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Oktober 2014. DPR resmi menetapkan 11 komisi dan akan diajukan pada sidang paripurna, Kamis (16/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua DPR, Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Agus Hermanto (kiri) dan Fadli Zon berfoto sebelum rapat pimpinan DPR di ruang rapat pansus, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 14 Oktober 2014. DPR resmi menetapkan 11 komisi dan akan diajukan pada sidang paripurna, Kamis (16/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agus Hermanto menilai kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz hendaknya menjadi momentum perbaikan perekonomian, khususnya dalam investasi. Beberapa sektor disasar, seperti di sektor energi dan pariwisata.

    Aher, sapaan akrabnya, menilai di bidang energi, sudah ada kerja sama antara Pertamina dan Aramco. "Tetapi belum maksimal dan ini ingin kita tingkatkan kembali supaya kerja sama di bidang migas diperkuat, apalagi dengan investasi baru," kata Aher di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 2 Maret 2017.

    Baca juga:
    Kunjungi Indonesia, Raja Arab Siapkan Investasi US$ 7 Miliar
    Raja Salman Lirik Investasi di Sektor Minyak dan Pariwisata

    Di bidang pariwisata, Aher juga menyoroti masih kecilnya angka turis asal Timur Tengah, khususnya dari Arab Saudi, yang datang ke Indonesia. "Tetapi sangat banyak yang ke Malaysia," ujar dia. Kunjungan ini, kata dia, adalah komitmen untuk meningkatkan kunjungan turis asal Arab ke Indonesia.

    Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center Of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai Indonesia perlu menarik investasi sebesar-besarnya dari Arab Saudi. Investasi Arab Saudi di Indonesia pada periode 2013-2016 masih relatif kecil dan bertumpu pada sektor perdagangan dan reparasi, serta sektor properti.

    Menurut Faisal, pemerintah perlu mendorong investasi dalam pengembangan industri. "Selain di bidang energi, investasi di sektor pariwisata dan keuangan harus menjadi bagian penting yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia," katanya.

    ARKHELAUS W. | INGE KLARA SAFITRI

    Simak:
    Seperti Raja Faisal, Raja Salman pun Bahagia di Indonesia
    Jokowi: Kunjungan Raja Salman Sudah Dinanti Rakyat Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.