Ingin Asian Games 2018 Matang, Jokowi Mundur dari Pengarah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Makassar Sulawesi Selatan, Jokowi juga menemui ulama se-Sulawesi Selatan. TEMPO/Iqbal Lubis

    Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Makassar Sulawesi Selatan, Jokowi juga menemui ulama se-Sulawesi Selatan. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi menyatakan mundur  dari posisinya sebagai Ketua Pengarah Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games 2018. Hal ini telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden No.12 Tahun 2015 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games 2018.

    "Saya putuskan Asian Games 2018 akan diketuai langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal itu sudah saya ubah kemarin, cuma belum saya sampaikan ke Pak Wapres," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu, 3 Maret 2017.

    Baca: Menpora Tengah Rampungkan Penentuan Cabor untuk Asian Games

    Jokowi menjelaskan bahwa penggantian ini untuk memastikan persiapan pelaksanaan Asian Games 2018 bisa terlaksana dengan baik. Ia sudah meminta ketua yang baru untuk rutin mengadakan rapat agar perkembangan persiapan bisa dipantau secara detil.

    "Harus rinci sejauh mana kemajuan pembangunan infrastruktur yang sudah direncanakan, apakah ada yang telat atau tepat waktu," ujar Jokowi.

    Jokowi menambahkan, persiapan Asian Games 2018 yang baik akan berdampak pada citra Indonesia ke depannya. Oleh karenanya, ia menegaskan lagi, persiapan harus dilakukan secara matang.

    "Ini momentum untuk menunjukkan juga kemampuan kita dalam menyelenggarakan perhelatan kelas dunia," ujarnya.

    ISTMAN MP

    Baca: Digelar di Indonesia, Asian Games 2018 Didukung 11 Sponsor 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.