KPK Menahan Tersangka Korupsi Alkes Universitas Udayana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Direktur PT Mahkota Negara Marisi Matondang. Marisi ditahan setelah diperiksa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini, Kamis, 2 Maret 2017. "Ditahan baru hari ini, tersangkanya sudah lama," kata penasihat hukum Marisi, Joni Hutahayan, di KPK, Kamis, 2 Maret 2017.

    Marisi akan ditahan di Rumah Tahanan Guntur selama 20 hari. Marisi adalah tersangka korupsi proyek pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata, Universitas Udayana, Bali, sejak Desember 2014.

    Baca:
    Korupsi Alkes, Made Meregawa Dihukum 4 Tahun 
    Nazar Sebut Lagi Peran Anas dalam Kasus Proyek ...

    Ia keluar dari ruang pemeriksaan pukul 14.00 mengenakan rompi tahanan warna oranye. Tanpa berkomentar apa pun, ia memasuki mobil tahanan dan meluncur ke Rumah Tahanan Guntur.

    KPK menduga ada permufakatan dan rekayasa dalam pengadaan alat kesehatan senilai Rp 16 miliar itu. Ada indikasi penggelembungan harga yang menyebabkan negara rugi hingga Rp 7 miliar.

    Baca juga:
    Di Masjid Istiqlal, Raja Salman Disambut Zikir dan Takbir
    KTT IORA Ingin Atur Perairan Samudera Hindia

    Selain Marisi, perkara pengadaan alat kesehatan itu menjerat Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana, Made Meregawa, pejabat pembuat komitmen. Pada Januari 2016, majelis hakim memvonis Made hukuman 4 tahun penjara.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.