Setya Novanto Minta Raja Salman Ampuni TKI Bermasalah Hukum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto (kanan) dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud (kedua kiri) melambaikan tangan ketika tiba di Ruang Rapat Paripurna I di Gedung Parlemen, Jakarta, 2 Maret 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Ketua DPR Setya Novanto (kanan) dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud (kedua kiri) melambaikan tangan ketika tiba di Ruang Rapat Paripurna I di Gedung Parlemen, Jakarta, 2 Maret 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto meminta Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mengampuni tenaga kerja Indonesia yang bermasalah dengan hukum di Arab Saudi. Setya menyampaikan permintaan itu saat berpidato dalam acara kunjungan Raja Salman ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 Maret 2017.

    Setya juga meminta pemerintah Arab Saudi dan Raja Salman bisa mencari solusi terbaik masalah TKI dengan tetap menghormati hukum di Arab Saudi. "Atas nama rakyat Indonesia, kami mohon kemurahan hati Sri Baginda untuk memberikan ampunan," ucapnya.

    Baca: Hadiri Pidato Raja Salman di DPR, Ini Harapan Prabowo

    Selain masalah TKI, Setya menyampaikan soal sejarah kunjungan Raja Faisal pada 47 tahun lalu. Ia juga menyinggung soal kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam menanggulangi terorisme.

    Laporan Investigasi di Majalah Tempo 20-26 Maret 2017 tentang perdagangan manusia melaporkan jaringan serta modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia menjebak korbannya, khususnya TKI dari Nusa Tenggara Timur. Jika jumlah TKI legal di Malaysia mencapai 1,2 juta orang. Jumlah TKI ilegal diperkirakan dua kali lebih besar. Mereka kerap tak memperoleh haknya, bahkan terkadang disiksa atau dibunuh

    Infografik: Berdagang Orang ke Malaysia

    Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Tenaga Kerja DPR Saleh Partaonan Daulay meminta kunjungan Raja Salman ke Indonesia dimanfaatkan untuk membahas masalah TKI. Pasalnya, di Arab Saudi saat ini, ada 25 warga negara Indonesia yang terancam hukuman mati.

    Baca: Ulama GNPF-MUI Hadir di Acara Raja Salman, Rizieq tak Tampak

    Saleh menjelaskan, 25 WNI itu terdiri atas 12 orang yang didakwa melakukan pembunuhan, 5 orang diduga menggunakan sihir, dan 8 lain dengan dugaan melakukan zina.

    Investigasi: Jaringan 'Mafia' Penjual Manusia

    Sementara itu, Raja Salman tidak menjawab spesifik soal isu TKI dalam sambutannya. Raja Salman hanya mengucapkan terima kasih atas dukungan DPR terhadap hubungan kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi.

    AHMAD FAIZ

    Baca: Jamuan untuk Raja Arab, Ini Kata Willliam Wongso

    Video Terkait:
    Vlog Presiden Jokowi dan Raja Salman Disambut Hangat Netizen
    Raja Salman Akan Bertemu Dengan Sejumlah Tokoh Ormas Islam tapi Tidak Rizieq Shihab
    Raja Arab Datang, Zulkifli Hasan: Harus Dimanfaatkan Pemerintah
    Raja Salman: Penguasa Tajir dari Gurun Tandus
    Investigasi Majalah Tempo: Perdagangan Manusia ke Malaysiaa
    Korban Perdagangan Manusia, 8 TKI Brebes Diselundupkan Lewat Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.