Banjir, Jalur Alternatif Madiun-Ngawi Lumpuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI mengatur lalu lintas di jalan yang terendam air luapan Kali Madiun di Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Jawa Timur, 12 Februari 2016. Banjir Kali Madiun menggenangi sejumlah wilayah di Ngawi mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam, ribuan hektar tanaman padi siap panen terendam dan sejumlah sekolah diliburkan. ANTARA FOTO

    Personel TNI mengatur lalu lintas di jalan yang terendam air luapan Kali Madiun di Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Jawa Timur, 12 Februari 2016. Banjir Kali Madiun menggenangi sejumlah wilayah di Ngawi mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam, ribuan hektar tanaman padi siap panen terendam dan sejumlah sekolah diliburkan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Ngawi - Jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, dengan Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terhambat sejak Kamis dinihari, 2 Maret 2017.

    Banjir dari luapan Sungai Bengawan Madiun menutup akses lalu lintas tersebut. "Ada empat titik yang tergenang," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Ngawi Komisaris Suhono ketika ditemui di lokasi banjir.

    Empat titik genangan air yang menutup jalan, menurut dia, berada di Kecamatan Ngawi, Geneng, dan Kwadungan. Panjang genangan air antara 700 meter dan 1 kilometer dengan kedalaman 30-60 sentimeter.

    Baca: Banjir Merendam 2 Desa di Pelalawan Riau, 1 Warga Tewas

    Untuk membantu warga, khususnya pejalan kaki yang hendak melintas, dua perahu karet beserta tim search and rescue diterjunkan ke lokasi banjir. Sedangkan jalur bagi pengendara kendaraan bermotor dialihkan ke titik lain.

    Pengguna jalan dari arah Madiun yang akan menuju Ngawi dapat melalui Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Sedangkan yang berjalan dari arah sebaliknya bisa melintasi jalur Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. "Bila pengendara sepeda motor memaksa menerobos banjir, sangat mungkin kendaraannya mogok karena mesinnya kemasukan air," ujarnya kepada Tempo.

    Selain berdampak pada arus lalu lintas, banjir yang terjadi di Ngawi itu menghambat aktivitas warga. Sejumlah siswa tidak dapat pergi ke sekolah lantaran jalan dan sekolahnya tergenang air.

    Simak: Bandung Selatan Banjir Lagi, Sekitar 1.000 Warga Mengungsi

    Aurelia Zalfa, siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tirak, Kecamatan Kwadungan, menuturkan, selama sepekan terakhir, terjadi tiga kali banjir. Akibatnya, ia tidak masuk sekolah pada Sabtu ldan Selasa lalu serta hari ini. "Kalau banjir, sekolah libur," katanya.

    NOFIKA DIAN NUGROHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.