Suap Poyek Jalan, KPK Periksa Anggota Staf Kementerian Pekerjaan Umum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Taufan Tiro, tersangka suap PUPR angkat dua jari setelah mencoblos di TPS 19, KPK, Rabu, 15 Februari 2017. Tempo/Maya Ayu

    Andi Taufan Tiro, tersangka suap PUPR angkat dua jari setelah mencoblos di TPS 19, KPK, Rabu, 15 Februari 2017. Tempo/Maya Ayu

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota staf Biro Perencanaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Faisol Zuhri, Kamis, 2 Maret 2017. Pemeriksaan ini terkait dengan dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum tahun anggaran 2016.

    "Diperiksa sebagai saksi untuk YWA (Yudi Widiana Adia)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis.

    Baca: Suap Proyek Jalan PUPR, KPK Tahan So Kok Seng Alias Aseng

    Dalam kasus suap di Kementerian, penyidik KPK hari ini juga memanggil Kepala Cabang PT Nindya Karya Ambon Wismo Rahardjo. Sama seperti Faisol, Wismo diperiksa sebagai saksi untuk Yudi.

    Yudi adalah anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019. Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu diduga menerima suap sebesar Rp 2,5 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng. Yudi juga diduga menerima Rp 4 miliar dari Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir.

    Baca: Suap di PUPR, KPK Resmi Tahan Politikus PKB Musa Zainuddin

    Duit miliaran itu diduga diberikan kepada Yudi agar ia mengajukan proyek aspirasi kepada Kementerian. Proyek itu nantinya diduga akan dikerjakan perusahaan Aseng dan Abdul Khoir.

    KPK memulai penyidikan perkara ini dengan menetapkan Damayanti Wisnu Putranti, anggota Komisi V dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sebagai tersangka pada awal 2016. Setahun berselang, KPK menetapkan empat anggota Dewan lain sebagai tersangka. Mereka adalah Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainudin, dan Yudi Widiana.

    MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.