Kasus Suap Patrialis Akbar, Hakim Suhartoyo Diperiksa Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo (tengah) berjalan keluar ruangan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2017. Selain Suhartoyo, KPK juga memeriksa Ketua MK Arief Hidayat, Hakim MK Maria Farida dan Hakim MK Aswanto sebagai saksi mengenai kasus suap hakim MK pada uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan tersangka Patrialis Akbar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo (tengah) berjalan keluar ruangan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2017. Selain Suhartoyo, KPK juga memeriksa Ketua MK Arief Hidayat, Hakim MK Maria Farida dan Hakim MK Aswanto sebagai saksi mengenai kasus suap hakim MK pada uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan tersangka Patrialis Akbar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Hakim Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan suap kepada mantan hakim Mahkamah, Patrialis Akbar, hari ini, Kamis, 2 Maret 2017. Rencananya, Suhartoyo akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Patrialis.

    "Penyidik membutuhkan keterangan Suhartoyo sebagai saksi untuk tersangka PAK (Patrialis Akbar)," ucap juru bicara KPK, Febri Diansyah, melalui pesan pendek kepada Tempo, Kamis.

    Baca juga: Kasus Suap Hakim MK, KPK Periksa Silang Patrialis Akbar dan Basuki

    Febri mengatakan pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari panggilan sebelumnya. Suhartoyo tercatat pernah diperiksa penyidik KPK pada Kamis, 16 Februari 2017. Kala itu, Suhartoyo mengaku dicecar 12 pertanyaan.

    Menurut Febri, hari ini penyidik akan mengkonfirmasi secara lebih rinci soal proses persidangan dan pembahasan yang terjadi sebelum permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan diputuskan.

    Simak juga: Suap Patrialis Akbar, Ini Hasil Pemeriksaan KPK terhadap Ketua MK

    Patrialis diduga menerima suap sebesar Sin$ 200 ribu dari Basuki Hariman, pengusaha daging sapi impor, agar mengabulkan sebagian gugatan undang-undang tersebut. Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Patrialis Akbar; Direktur Utama CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman; Kamaludin, perantara suap antara Patrialis dan Basuki; serta sekretaris Basuki, Ng Fenny.

    Suhartoyo tiba di gedung KPK pukul 10.00. Menggunakan kemeja batik hijau, ia melenggang menuju lobi KPK tanpa mengatakan apa-apa.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Lihat juga:
    Raja Salman Tanam Kayu Ulin di Istana Negara, Ini Maknanya

    Raja Salman ke DPR, Rizieq Syihab & Tokoh GNPFMUI Akan Hadir



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.