Raja Salman Tanam Kayu Ulin di Istana Negara, Ini Maknanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyambut Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud di Istana Bogor, Jawa Barat, 1 Maret 2017. Berikut foto-foto penyambutan kunjungan kenegaraan Raja Salman di Istana Bogor. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi menyambut Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud di Istana Bogor, Jawa Barat, 1 Maret 2017. Berikut foto-foto penyambutan kunjungan kenegaraan Raja Salman di Istana Bogor. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan menanam pohon kayu ulin atau kayu hitam di halaman tengah Istana Negara, Jakarta, Kamis, 2 Maret 2017.

    "Jadwalnya pukul 14.14 setelah dari Masjid Istiqlal, Jakarta," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebelum rapat terbatas kabinet di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 2 Maret.

    Baca: Kunjungan Raja Salman, Hari Ini ke DPR dan Masjid Istiqlal

    Pramono menyebutkan pohon kayu ulin melambangkan kekuatan hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi. "Pohon ulin itu semakin kena air dan panas akan semakin kuat," kata Pramono.

    Ketika ditanya siapa yang memilih pohon ulin, Pramono mengatakan itu merupakan pilihan Presiden Joko Widodo."Saat kunjungan ke Maluku, Bapak berdiskusi mengenai kayu hitam dengan Gubernur Maluku dan Pangdam Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo," ujar Pramono.

    Simak juga: Raja Salman Tanyakan Cucu Bung Karno, Puan Maharani Mendekat

    Adapun pada Kamis pagi, sejumlah pegawai sudah menyiapkan lubang yang akan digunakan untuk penanaman pohon itu. Sejumlah peralatan untuk penanaman, seperti ember dan sekop, juga sudah disiapkan.

    Dalam kunjungan hari kedua di Indonesia, Raja Salman dijadwalkan menyampaikan pidato di DPR, kemudian meninjau Masjid Istiqlal dan salat tahiyatul masjid. Raja Salman juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

    ANTARA

    Video Terkait:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?