BNN Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 1 Tewas Ditembak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narkoba. ANTARA/Rahmad

    Ilustrasi narkoba. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar dan menangkap pelaku jaringan narkoba berskala internasional. Para pelaku yang berjumlah 10 orang ditangkap di beberapa tempat dan satu orang di antaranya tewas, pada Rabu, 1 Maret 2017.

    Sebelum ditangkap, BNN mengintai para pelaku selama 3 minggu. Pengintaian dilakukan dari Aceh sampai Sumatera Utara. "Tadi pagi (Rabu) sekitar pukul 10, kita mencurigai empat kendaraan masuk dari Aceh ke Medan," ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari saat konferensi pers di kantor BPBD, Rabu.

    Arman menjelaskan, saat keempat mobil itu sampai di Jalan Medan-Binjai Kilometer 10,3, petugas berusaha menghentikannya. Namun salah satu mobil berusaha melarikan diri meski petugas sempat melancarkan tembakan peringatan. Karena itu, petugas langsung mengarahkan tembakan ke arah kendaraan.

    Akibat tembakan petugas, satu dari dua orang pelaku dalam mobil itu dinyatakan tewas. "Satu orang tewas karena berusaha melarikan diri dari petugas. Dari dalam mobil, kita temukan 38 bungkus narkoba jenis sabu-sabu," ujar Arman.

    Pelaku yang tewas dan yang ditangkap langsung dievakuasi petugas ke halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara. Sebab, lokasi kejadian tepat berada di depan Kantor BPBD. Selain itu, evakuasi dilakukan untuk menghindari kemacetan.

    Berdasarkan informasi yang didapat dari para pelaku, kemudian petugas melakukan pengembangan ke daerah Medan Johor, tepatnya di salah satu perumahan di Jalan Melinjo 3. Di sana, petugas menciduk seorang pelaku berinisial H beserta barang bukti sabu-sabu seberat 7 kilogram. Pelaku menyembunyikan sabu-sabu di dalam mobil Honda CRV miliknya.

    Tidak sampai di situ, petugas bergerak ke daerah Medan Sunggal. Di sebuah rumah, petugas kembali mendapati sabu-sabu, ekstasi, dan pil happy five.

    Dari keseluruhan penangkapan pada Rabu, 1 Maret 2017, petugas menyita 46,9 kilogram sabu-sabu yang dikemas dalam 59 bungkus plastik teh. Selain itu, turut diamankan 3.620 butir pil ekstasi, 455 butir happy five, timbangan, dan alat komunikasi.

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.