Petani Kalimantan Tengah Dilarang Bakar Lahan, Ini Gantinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani membakar rumput di atas lahan gambut miliknya di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Senin (15/8). FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Seorang petani membakar rumput di atas lahan gambut miliknya di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Senin (15/8). FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.COPalangkaraya – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah meminta para petani tidak membakar lahan ketika musim kemarau.
     
    Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah Tute Lelo kepada wartawan, Rabu, 1 Maret 2017, mengimbau para petani mengolah lahan pertaniannya secara terus-menerus dan menggunakan bibit unggul.

    Tute mengatakan dari dinas sudah ada bantuan ekskavator, traktor roda empat, dan hand tractor. Diharapkan itu dapat membantu masyarakat membuka lahannya supaya tidak lagi melakukan pembakaran.

    Baca: Menteri Siti Nurbaya: Kebakaran Hutan dan Lahan 2016 Berhasil Ditekan

    Pada intinya, ujar Tute, supaya tidak membakar lahan, jangan lagi berladang, tapi mencetak sawah. Namun, karena tidak semua daerah di Kalimantan Tengah memiliki sawah, harus diatur. “Jangan lagi menanam padi lokal, diusahakan padi unggul. Kalau padi unggul, tiga bulan sudah panen,” ucapnya.

    Setelah panen, lahan-lahan tersebut diolah terus secara berkesinambungan dengan ditanami jenis tanaman lain, seperti jagung dan ubi. “Jadi jangan setelah padinya panen, ditinggalin, karena dia akan kembali menjadi semak belukar,” kata Tute.

    Saat disinggung terkait dengan keberadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), Tute mengatakan, kabupaten/kota diminta membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Sebab, Alsintan tidak dibagikan kepada petani, tapi ditempatkan di UPTD Dinas Pertanian. Jadi operasional Alsintan tersebut nanti dari UPTD.

    “Sebab, sebelumnya, Gubernur sudah membuat surat kepada bupati/wali kota agar membentuk UPTD dan menyiapkan operasionalnya,” ujar Tute.

    Meski demikian, jumlah petani di Kalimantan Tengah, jika dibandingkan dengan jumlah Alsintan yang ada saat ini, ujar Tute, jumlah Alsintan masih belum memadai. Namun pihaknya terus berupaya setiap tahun jumlah Alsintan akan ditingkatkan.

    Untuk menambah jumlah Alsintan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah mengusulkan lagi ke pemerintah pusat. Sekarang yang sudah disetujui dan sudah datang untuk 2017 adalah hand tractor sebanyak 125 unit dan traktor roda empat 15 unit.
    Penyaluran Alsintan untuk tahun ini, menurut Tute, akan dilakukan secara bertahap, terlebih kegiatan pada 2017 belum berjalan.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.