Yogyakarta Tahun Ini Tambah Ruang Terbuka Hijau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati pemandangan alam dari puncak Gunung Api Purba yang terletak di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, 10 Februari 2017. Gunung Api Purba masuk dalam kawasan Ekowisata di Kabupaten Gunungkidul. TEMPO/Pius Erlangga

    Wisatawan menikmati pemandangan alam dari puncak Gunung Api Purba yang terletak di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, 10 Februari 2017. Gunung Api Purba masuk dalam kawasan Ekowisata di Kabupaten Gunungkidul. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menambah tiga ruang terbuka hijau publik tahun ini, masing-masing berada di Kelurahan Pringgokusuman, Purwokinanti, dan Bausasran.

    "Luas masing-masing lahan yang akan dibeli untuk diubah menjadi ruang terbuka hijau publik (RTHP) berbeda-beda, mulai 225 meter persegi, 300 meter persegi, hingga 750 meter persegi," kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta Hari Setya Wacana di Yogyakarta, Selasa, 28 Februari 2017.

    Menurut dia, Pemkot Yogyakarta mengalokasikan dana sekitar Rp 4,5 miliar untuk pengadaan tanah di tiga kelurahan yang akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau publik.

    Saat ini, lahan yang akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau publik tidak semuanya berupa tanah kosong. Sebab, ada juga lahan yang di atasnya berdiri bangunan, meskipun bangunan yang ada sudah tidak layak.

    "Proses pengadaan akan diawali dengan appraisal terhadap harga tanah. Tahun ini baru proses pengadaan tanahnya. Tahun depan dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas pendukung ruang terbuka hijau," ucapnya.

    Fasilitas pendukung ruang terbuka hijau di antaranya bangunan yang luasnya 20-25 persen dari total lahan dan sisanya digunakan sebagai ruang terbuka hijau atau taman.

    "Kelengkapan fasilitas itu menjadi tanggung jawab beberapa instansi lain, misalnya Dinas Lingkungan Hidup untuk membangun tamannya," ucapnya.

    Hingga akhir 2016, terdapat 41 ruang terbuka hijau publik yang tersebar di 33 kelurahan. Pemkot Yogyakarta menargetkan semua kelurahan di Kota Yogyakarta, yakni 45 kelurahan, memiliki minimal satu ruang terbuka hijau publik.

    "Nantinya, ruang terbuka hijau publik yang sudah dibangun pemerintah akan diserahkan pengelolaannya kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal sebagai tempat interaksi warga," ujarnya.

    Total luasan ruang terbuka hijau publik di Kota Yogyakarta saat ini mencapai sekitar 19 persen dari total luasan kota. Luasan tersebut masih belum memenuhi luasan minimal yang diatur dalam undang-undang, yaitu 20 persen dari total luasan kota.

    "Meskipun nantinya luasan ruang terbuka hijau publik sudah melebihi 20 persen dari total wilayah, Pemerintah Kota Yogyakarta tetap berkomitmen menambah jumlah ruang terbuka hijau publik," tuturnya.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?