Mantan Teroris Agus Marshal, Gagal Ternak Ayam Jadi Mandor  

Reporter

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi bersama mantan teroris Agus Marshal di rumah dinasnya Jalan Gandanegara Nomor 25 Purwakarta, Selasa (28-2-2017). TEMPO/Nanang Sutisna

TEMPO.CO, Purwakarta - Mantan terpidana kasus terorisme, Agus Marshal, 45 tahun, yang kini tinggal di Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat, mulai 1 Maret 2017, punya profesi baru.

Baca juga:
Deradikalisasi Ala BNPT Lewat Pembagian Lampu Hemat Energi
Genjot Program Deradikalisasi, BNPT Libatkan Belasan Kementrian

"Insya Allah, saya terima pekerjaan baru sebagai mandor petugas kebersihan," ujarnya, saat ditemui para pewarta di rumah dinas Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, di Jalan Gandanegara Nomor 25 Purwakarta, Selasa, 28 Februari 2017.

Semula, Agus mengaku berusaha sebagai peternak ayam, tetapi gagal. Kegagalan usaha ternak tersebut, disebabkan dirinya belum mengetahui seluk-beluk ikhwal beternak ayam. "Ya, gagal lah," ujarnya. Tapi, ia mengaku tidak putus asa dan akan melanjutkan usaha ternaknya lagi, kali ini ternak domba.

Hanya saja, niatnya untuk beternak domba tersebut, keburu tersandung tawaran pekerjaan tetap yang lebih menggiurkan dari Bupati Dedi Mulyadi, menjadi mandor petugas kebersihan dengan gaji Rp 2 juta per bulan.

"Agus kami pekerjakan jadi mandor para petugas kebersihan yang bekerja di ruas jalan Sadang sampai Cibungur, biar dekat dengan rumahnya," ujar Dedi. Ada pun isterinya akan dibangunkan sebuah warung di lokasi pasar induk Cikopo, untuk berjualan nasi.

Menurut Dedi, ia tergerak mencarikan solusi untuk menyelesaikan akar persoalan yang dihadapi mantan teroris Agus. Sebab, pada dasarnya, pelaku terorisme dan kasus pidana lainnya, setelah menjalani hukuman, kehilangan kehidupannya.

Sebab itu, Dedi ingin menyelesaikan dua masalah sekaligus buat Agus. Pertama melakukan upaya deradikalisasi garis idiologinya, kedua menyediakan lapangan usaha. "Itu menjadi tugas negara, dan kami mengambil inisiatif tersebut," kata Dedi.

Menurut Agus, langkah Dedi tersebut sangatlah tepat dan baru pertama kali terjadi di Indonesia. "Dan bisa dijadikan sebagai contoh oleh daerah lain," tutur sekondan Yayat Cahdiyat, terduga pelaku teroris bom panci di Taman Pandawa, Kota Bandung, Senin, 27 Pebruari 2017 dan akhirnya tewas ditembus peluru Tim Densus 88 Mabes Polri.

Mantan teroris yang pernah terlibat kasus perampokan sebuah Avanza di SPBU jalan raya Kaliasin, Cikampek kemudian dipenjara selama empat tahun tersebut, kini, mengaku hidup lebih tenang bersama anak dan isterinya. "Yang ngajak terjun lagi jadi teroris itu banyak, tapi, nggak saya ikuti," katanya.

Ia juga membubarkan jamaah pengajian majelis taklim Marshal di Cikampek yang dipimpinnya dengan jumlah jamaah mencapai 170 orang. Ada pun yang menjadi gurunya yakni Ustadz Hiru Hidayat. Kajian yang dibahasnya yakni kitab kumpulan hadist Raudlatulsalihin dan kitab tentang ketauhidan.

Agus yang kelahiran Jakarta itu, mengaku berkenalan dengan Yayat, terduga teror bom panci Taman Pandawa Kota Bandung di majelis taklim yang dipimpinnya itu. "Tapi, saya tak mengetahui rumahnya di mana, tahunya Yayat itu orang Purwakarta," katanya. Dia juga mengaku tak mengenal keluarga Yayat.

Baca juga: Ini Cara BNPT Tangani 200 Napi Teroris di Indonesia

"Yang saya ingat sejak pertama kali berkenalan hingga Yayat meninggal dunia, kemarin (Senin, 27 Februari 2017), orangnya baik, posturnya tegap," kata Agus.

NANANG SUTISNA






Tersangka Khilafatul Muslimin Diserahkan ke Kejari, BNPT: Ideologi Disebarkan Berkedok Dakwah

1 hari lalu

Tersangka Khilafatul Muslimin Diserahkan ke Kejari, BNPT: Ideologi Disebarkan Berkedok Dakwah

Polda Metro Jaya menyerahkan tersangka Khilafatul Muslimin ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi pada Senin, 3 Oktober 2022.


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

10 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Ini Pesan Abu Bakar Baasyir saat Menerima Kunjungan Pimpinan BNPT

20 hari lalu

Ini Pesan Abu Bakar Baasyir saat Menerima Kunjungan Pimpinan BNPT

Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Abu Bakar Baasyir menerima kunjungan pimpinan BNPT pada Rabu 14 September 2022


Anies Baswedan Puji Hajatan Betawi yang Digagas Anggota DPD Dailami Firdaus

37 hari lalu

Anies Baswedan Puji Hajatan Betawi yang Digagas Anggota DPD Dailami Firdaus

Anies Baswedan, menghadiri acara Hajatan Betawi 3 yang digagas Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus.


Cegah Radikalisme, Ribuan Guru di Jakarta Dapat Pembekalan dari BNPT

41 hari lalu

Cegah Radikalisme, Ribuan Guru di Jakarta Dapat Pembekalan dari BNPT

Kepala BNPT Boy Rafli Amar menilai guru bisa mengajarkan muridnya agar menjunjung kebhinekaan dan Pancasila sehingga terhindar dari radikalisme


Yasonna Sebut BNPT Sudah Terbitkan Rekomendasi Remisi Buat Umar Patek

42 hari lalu

Yasonna Sebut BNPT Sudah Terbitkan Rekomendasi Remisi Buat Umar Patek

Remisi terhadap Umar Patek mendapat sorotan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, pemerintah mendengar segala masukan.


Umar Patek Segera Bebas, Ini Kata Menkumham Yasonna Laoly

42 hari lalu

Umar Patek Segera Bebas, Ini Kata Menkumham Yasonna Laoly

Yasonna Laoly menyatakan remisi kepada Umar Patek sudah mendapatkan rekomendasi dari BNPT.


Pemerintah Telah Menyalurkan Kompensasi pada 650 Korban Kasus Terorisme

44 hari lalu

Pemerintah Telah Menyalurkan Kompensasi pada 650 Korban Kasus Terorisme

Secara keseluruhan, pemerintah mencatat sebanyak 1.370 korban terorisme masa lalu maupun korban terorisme pasca-lahirnya UU No. 5 Tahun 2018.


40 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucap Ikrar Setia pada NKRI

50 hari lalu

40 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucap Ikrar Setia pada NKRI

Ikrar setia pada NKRI dilakukan oleh para napi terorisme yang sudah mengikuti program deradikalisasi


Buntut Kasus ACT, BNPT Siapkan 5 Langkah Putus Pendanaan Teror Berkedok Amal

8 Juli 2022

Buntut Kasus ACT, BNPT Siapkan 5 Langkah Putus Pendanaan Teror Berkedok Amal

BNPT akan mendorong dan memfasilitasi aparat hukum menyelidiki dan menyidik berbagai lembaga amal yang diduga terhubung dengan jaringan terorisme.