Akan ke Indonesia, Presiden Prancis Tingkatkan Kerjasama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi (kiri) dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault (kanan) di Paris, 6 Juli 2016. (Foto: Kemlu RI)

    Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi (kiri) dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault (kanan) di Paris, 6 Juli 2016. (Foto: Kemlu RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan Prancis merupakan mitra penting Indonesia di Uni Eropa dalam kerjasama di bidang ekonomi. Kedua negara terus berupaya meningkatkan kerjasama ekonomi kedua negara.

    Peningkatan kerjasama menjadi salah satu topik dalam pertemuan bilateral antara Retno dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean Marc Ayrault. "Nilai perdagangan pada 2016 lebih dari US$2,23 miliar," kata Retno dalam jumpa pers bersama dengan Ayrault, Selasa, 28 Februari 2017, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

    Baca:
    Menlu Retno dan Prancis Teken Kerja Sama Kegiatan Antariksa
    Parlemen Prancis Desak Presiden Hollande Akui Palestina

    Retno mengatakan investasi Prancis juga signifikan. Dalam rentang 2010-2015, realisasi investasi Prancis mencapai US$ 730,08 juta. Prancis tercatat sebagai salah satu long term investor di Indonesia dan termasuk lima investor terbesar dari Eropa setelah Belanda, British Virgin Island, Inggris, dan Swiss.

    Dalam pembicaraan itu, Prancis juga menyatakan dukungannya terhadap lisensi Uni Eropa untuk kayu dan produk kayu Indonesia. "Indonesia merupakan negara pertama yang mendapat lisensi kayu ke Uni Eropa. Kami kembangkan lisensi serupa untuk produk kelapa sawit." Kerjasama kedua negara juga akan dilakukan di bidang-bidang lainnya seperti ekonomi kreatif, maritim, kontra-terorisme, pendidikan, pariwisata, dan proses perdamaian Timur Tengah.

    Baca juga:
    Pengganti Patrialis Akbar, Calon Lama Tak Dilarang Mendaftar
    Kasus Sri, BNP2TKI: Tidak Ada Laporan Perdagangan Organ

    Selain membicarakan peningkatan kerjasama ekonomi, pertemuan bilateral kedua menteri juga dilakukan untuk persiapan kunjungan Presiden Prancis Francois Hollande. Kunjungan Hollande akan dilakukan pada Maret 2017. Retno mengatakan kunjungan itu akan menjadi kunjungan bersejarah karena dilakukan setelah lebih dari 30 tahun tidak ada kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia.

    Ayrault mengatakan dalam peningkatan kerjasama antara Indonesia dan Prancis perlu terus dilakukan. "Dalam dunia yang penuh ketidakstabilan, hubungan Indonesia dan Prancis perlu ditingkatkan, yang berdasarkan regulasi globalisasi," kata Ayrault.

    Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada Selasa pagi, Prancis menyatakan berambisi besar untuk meningkatkan kerjasama kedua negara. "Saya senang ambisi besar ini juga dimiliki Indonesia. Dan tentu saja kita harus mewujudkannya dalam tindakan nyata. Kami yakin kunjungan Presiden Hollande akan lebih memajukan hubungan kedua negara," kata Ayrault.


    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.