Sidang Ahok, Ini Alasan Hakim Tolak CD Rekaman dari Rizieq

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memasuki ruang sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, 28 Februari 2017. Sidang ke-12 perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok) menghadirkan dua orang saksi ahli  dari Jaksa Penuntut Umum, Pool/MI/RAMDANI

    Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memasuki ruang sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, 28 Februari 2017. Sidang ke-12 perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadirkan dua orang saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum, Pool/MI/RAMDANI

    TEMPO.CO, Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab membawa sejumlah barang bukti untuk menguatkan argumennya ketika memberikan keterangan sebagai saksi ahli di sidang penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Rizieq berniat menyerahkan dua CD rekaman dan empat lembar tulisan opininya terkait kasus Ahok.

    "Saya ingin menyampaikan rekaman dua keping CD, yang pertama wawancara terdakwa (Ahok) di (media) Aljazeera. Yang bersangkutan menyatakan tak kapok dan tak jera untuk menyatakan hal itu lagi, seperti di Kepualauan Seribu," ujar Rizieq dalam sidang yang berlangsung di Aula Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Februari 2017.

    Baca:

    Jadi Saksi, Rizieq: Enam Poin di Perkataan Ahok Bermasalah
    Pengacara Ahok Sebut Rizieq Syihab Pernah Jadi Residivis

    Rekaman lain yang ingin diserahkan oleh Rizieq adalah rapat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dia nilai sebagai lelucon terkait surat Al-Maidah ayat 51. Selain itu, Pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu juga berniat menyerahkan empat lembar opininya terkait kasus Ahok. Ia juga membawa sejumlah dokumen terkait ayat Al-Quran yang menyebut larangan memilih pimpinan non-Muslim.

    Baca juga: Sidang Ahok, Kuasa Hukum Bacakan Surat Terbuka Saksi Ahli

    Namun, hakim menolak pemberian bukti dari Rizieq. "Kalau masalah tulisan, silakan disampaikan. Mengenai dua keping (CD) tadi, itu karena sudah ada di Youtube, saya kira sudah bisa dijadikan pengetahuan umum, cuma nanti apakah kami pertimbangkan atau tidak, itu tergantung majelis hakim," kata Ketua Majelis Hakum, Dwiarto Budi Santiarto.

    Dalam persidangan itu, Rizieq meminta Ahok ditahan. "Saya selaku saksi dalam hal ini menyarankan kepada mejelis hakim, agar terdakwa tidak lagi mengulangi penodaan itu, penghinaan, terhadap ulama, dan dikhawatirkan terdakwa ini melarikan diri, kami usulkan kepada hakim agar terdakwa ditahan," kata Rizieq.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.