Jadi Saksi, Rizieq: Enam Poin di Perkataan Ahok Bermasalah  

Reporter

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memasuki ruang sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, 28 Februari 2017. Sidang ke-12 perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadirkan dua orang saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum, Pool/MI/RAMDANI

TEMPO.CO, Jakarta - Pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Rizieq Shihab, memenuhi panggilan sebagai saksi ahli agama dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa, 28 Februari 2017.  Dalam keterangannya, Rizieq menyatakan ada enam poin utama yang bermasalah dalam pidato Ahok, sapaan Basuki, di Kepulauan Seribu pada September 2016 lalu.

"Pertama, kalimat 'jadi jangan percaya sama orang' maka siapapun yang mengatakan kalimat ini berarti telah mengatakan kepada masyarakat jangan percaya pada siapapun juga, untuk percaya pada surah Al-Maidah 51 yang mengajak tidak memilih pemimpin non-muslim," kata Rizieq saat menanggapi pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum, dalam persidangan di Aula Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

Baca: Pengacara Ahok Sebut Rizieq Syihab Pernah Jadi Residivis

Selain itu, Rizieq juga mempermasalahkan ucapan "nggak pilih saya" dalam pidato Ahok. Ucapan itu ia nilai melanggar aturan karena sudah masuk pada konteks Pilkada DKI. Padahal saat itu, belum memasuki masa kampanye.

Selanjutnya kalimat 'dibohongi oleh surat Al-Maidah 51'. Ia mengatakan Ahok menyatakan warga muslim yang mendengar pidatonya ada dalam posisi yang dibohongi. Hal ini membuat, menurut dia, membuat surat Al-Maidah tak hanya dijadikan alat kebohongan, tetapi juga sumber kebohongan.

Kalimat keempat yang ia permasalahkan adalah "macam-macam" dalam kalimat "dibohongin pake surat Al Maidah surat 51 macam-macam gitu lho." Rizieq menilai hal itu tidak etis dikatakan.

Baca: Kisah PKL Mengais Rezeki di Sidang Ahok

Selanjutnya, kalimat "takut", dalam kalimat "takut masuk neraka." Ahok mengatakan warga bisa saja takut memilih dirinya sebagai pemimpin karena surat Al Maidah itu. Hal ini, untuk Rizieq, menegaskan adanya konteks pilkada dalam pidato Ahok.

"Berarti konteksnya adalah pilkada, sekaligus melecehkan muslim yang memilih non-muslim sebagai pemimpinnya," kata Rizieq. Padahal dalam pidato itu, Ahok seharusnya membahas soal budi daya perikanan di Kepulauan Seribu.

Saksikan:Sidang Ahok; Rizieq Syihab Hadir sebagai Saksi

Terakhir adalah kata "dibodohin" dalam kalimat Ahok. Rizieq mengatakan Ahok menyampaikan tanpa menyebutkan siapa orangnya. Hal ini menurut dia, bisa berarti ini mencakup semua orang. "Bukan hanya penodaan Al-Qur’an tapi penghinaan rasulallah, nabi dan para sahabat, dan seluruh umat muslim," kata dia.

Kedatangan Rizieq sebagai saksi ahli agama sempat dipermasalahkan oleh tim kuasa hukum Ahok. Namun pada akhirnya, Majelis hakim yang dipimpin oleh Dwiarso Budi Santiarto, menerima Rizieq sebagai saksi ahli dengan beberapa pertimbangan.

EGI ADYATAMA

Baca: Rizieq Ditolak Bersaksi, GNPF-MUI: Itu Mental Break Down



Video Terkait:






Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

15 jam lalu

Berkas Sudah Tahap II, Roy Suryo Ditahan 20 Hari di Rutan Salemba

Roy Suryo ditahan 20 hari di Rutan Salemba setelah berkasnya selesai tahap II.


Berkas Kasus Roy Suryo Sudah P21, Hari Ini Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Ke Kejaksaan

1 hari lalu

Berkas Kasus Roy Suryo Sudah P21, Hari Ini Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Ke Kejaksaan

Kejaksaan Tinggi Jakarta menyatakan berkas kasus Roy Suryo sudah P21 atau lengkap. Hari ini tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan.


Top Metro: Pemerkosaan Remaja Putri oleh Empat Orang dan Anies Ketemu Ormas

8 hari lalu

Top Metro: Pemerkosaan Remaja Putri oleh Empat Orang dan Anies Ketemu Ormas

Polres Jakarta Utara melanjutkan proses hukum terhadap kasus dugaan pemerkosaan remaja putri oleh empat orang anak.


Film Dokumenter Kilometer 50 tentang Penembakan Laskar FPI Tayang 15 September

16 hari lalu

Film Dokumenter Kilometer 50 tentang Penembakan Laskar FPI Tayang 15 September

Film dokumenter Kilometer 50 mengangkat peristiwa penembakan laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Menguak cerita lain.


Nasihat Roy Suryo kepada Pengunggah Konten Ferdy Sambo, Begini Bunyinya

31 hari lalu

Nasihat Roy Suryo kepada Pengunggah Konten Ferdy Sambo, Begini Bunyinya

Dalam tahanan Polda Metro Jaya, Roy Suryo memberikan nasihat kepada Masril penggunggah konten UU ITE yang sempat dijerat UU ITE, sebelum bebas.


Polda Metro Jaya Perpanjang Masa Tahanan Roy Suryo

34 hari lalu

Polda Metro Jaya Perpanjang Masa Tahanan Roy Suryo

Polda Metro Jaya memperpanjang masa tahanan tersangka penistaan agama, Roy Suryo sambil menunggu jawaban dari Kejaksaan


Kasus Penistaan Agama Roy Suryo, Polda Metro Jaya Tunggu Jawaban Jaksa

34 hari lalu

Kasus Penistaan Agama Roy Suryo, Polda Metro Jaya Tunggu Jawaban Jaksa

Polda Metro Jaya masih menunggu jawaban dari Kejaksaan atas berkas perkara kasus penistaan Agama Roy Suryo yang sudah dilimpahkan


Mereka yang Diserang Usai Menghina Nabi Muhammad

45 hari lalu

Mereka yang Diserang Usai Menghina Nabi Muhammad

Selain Salman Rushdie, sebelumnya ada penulis, seniman dan media yang mengalami pengalaman buruk usai dituduh menghina Nabi Muhammad.


Penulis The Satanic Verses, Salman Rushdie Ditusuk di New York

48 hari lalu

Penulis The Satanic Verses, Salman Rushdie Ditusuk di New York

Salman Rushdie, penulis novel "The Satanic Verses" yang dinilai menghina Islam, diserang di atas panggung di sebuah acara di New York.


Polda Metro Jaya Tolak Penangguhan Penahanan Roy Suryo

48 hari lalu

Polda Metro Jaya Tolak Penangguhan Penahanan Roy Suryo

Penyidik Polda Metro Jaya menolak permohonan penangguhan penahanan dari Roy Suryo.