Rizieq Syihab Bersaksi, Pengacara Ahok Khawatirkan Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa dugaan kasus penistaan agama yang juga Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berdiskusi dengan tim kuasa hukumnya saat menjalani sidang ke-9 yang beragenda mendengarkan keterangan saksi, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 7 Februari 2017. Foto: Grandyos Zafna/Pool

    Terdakwa dugaan kasus penistaan agama yang juga Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berdiskusi dengan tim kuasa hukumnya saat menjalani sidang ke-9 yang beragenda mendengarkan keterangan saksi, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 7 Februari 2017. Foto: Grandyos Zafna/Pool

    TEMPO.COJakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) dijadwalkan menghadirkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai saksi ahli dalam lanjutan sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Selasa, 28 Februari 2017.

    Selain menghadirkan Rizieq Syihab, JPU dijadwalkan menghadirkan ahli hukum pidana dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdul Choir Ramadhan. "Yang dihadirkan Rizieq Syihab sama Abdul Choir Ramadhan," kata Trimoelja D. Soerjadi, anggota tim kuasa hukum Ahok, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

    Baca: Rizieq Bersaksi di Sidan Ahok, FPI: Ini Penting dan Bersejarah

    Dalam sidang-sidang sebelumnya, tim kuasa hukum Ahok selalu menolak kehadiran saksi dan ahli dari MUI yang dihadirkan JPU. Tim pengacara enggan bertanya kepada saksi atau ahli karena berbagai alasan.

    Saksikan: Sidang Ahok; Rizieq Syihab Hadir sebagai Saksi

    Tim kuasa hukum Ahok mengkhawatirkan saksi atau ahli dari MUI itu mempunyai konflik kepentingan. Sebab, MUI mengeluarkan pendapat dan sikap keagamaan terhadap Ahok setelah diduga melakukan penodaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu.

    Baca juga: Sidang Ahok, Ribuan Simpatisan GNPF dan FPI Diperkirakan Ikut Hadir

    Sidang ke-12 Ahok hari ini dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB. Kondisi arus lalu lintas di depan gedung Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan RM Harsono, baik yang mengarah ke Ragunan maupun Mampang Prapatan, sudah ditutup.

    Ahok dikenakan dakwaan alternatif, yakni Pasal 156-a dengan ancaman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

    ANTARA

    Video Terkait:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.