Skenario MK Sidangkan Sengketa Pilkada 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Ketua Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengatakan lembaganya sudah siap untuk menyidangkan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah 2017. Persiapan yang dilakukan mulai dari sarana prasarana dan Peraturan Mahkamah Konstitusi 2016 Nomor 134 dan yang diperbaharui dengan PMK 2017. Karena hanya 8 hakim, Arief merencanakan membentuk 2 panel.

    Baca: Sengketa Pilkada, Ketua MK: Jumlah Haim Masih Genap

    Sengketa pilkada, kata Arief, sampai saat ini MK memiliki 8 hakim dari 9 hakim. Belum ada pengganti hakim Patrialis Akbar yang ditangkap KPK  beberapa waktu lalu. "Masih menunggu pengisian oleh Presiden Joko Widodo," ujar Arief, Senin, 27 Februari 2017.

    Jika ada penambahan hakim dari Presiden, MK akan membentuk 3 panel. Arief berharap, perkara tersebut bisa selesai awal Mei 2017.  Arief menjelaskan, penanganan sengketa pilkada bisa dilakukan lebih maksimal bila jumlah hakim berjumlah 9 orang.

    Baca juga: Ketua MK Bantah Pendaftaran Calon Pengganti Patrialis Sepi

    Siapa pengganti Patrialis, Arief menyerahkan kepada Presiden Jokowi. "Bagi saya yang terpenting bisa memenuhi persyaratan dan yang profesional, sehingga tidak menjadi beban bagi MK," tutur Arief. Sampai saat ini MK masih menerima permohonan dan pengadian sengketa pilkada. Batas

    RICHARD ANDIKA | ELIK S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.