Bupati Dedi Ragukan Catatan Kependudukan Terduga Pelaku Bom Bandung

Reporter

Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memperlihatkan alat hisap shisha hasil razia Satpol PP dari para pelajar yang biasa mengkonsumsi rokok beraneka rasa asal Arab itu, Selasa, 2 Nopember 2016. Alat hisap shisha juga banyak disalahgunakan buat menyedot berbagai jenis narkotik seperti sabu-sabu.TEMPO/Nanang Sutisna

TEMPO.CO, Purwakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyangsikan catatan administrasi kependudukan dan domisili Yayat Cahdiyat, terduga pelaku teror bom panci di Taman Pandawa, Kota Bandung. Sebelumnya, pelaku disebut berdomisili di Purwakarta.

"Setelah kami cek langsung ke pengurus RT, RW, dan kelurahan, orang tersebut dan keluarganya tidak dikenal," ucap Dedi kepada awak media di Bale Citera Resmi (BCR), Jalan R.E. Martadinata, Selasa petang, 27 Februari 2017.

Baca juga: Terduga Teroris Bom Bandung Baru Setahun Pindah ke Bandung

Menurut Dedi, pelaku teror yang kemudian tewas setelah baku-tembak dan tertembus peluru panas pada bagian dadanya oleh tim Densus 88 di kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, tersebut bisa saja hanya mencatatkan administrasi kependudukannya saat melakukan pendataan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. "Proses pendataan e-KTP itu kan bisa dilakukan di mana saja," ujar Dedi.

Dedi menuturkan wajar jika NIK Yayat tercantum di Kampung Sukamulya, RT 01 RW 06, Kampung Sukamulya, Kelurahan Ciseureh, Kecamatan Purwakarta, karena saat pendataan yang bersangkutan mendatangi alamat tersebut.

Ketua RT 1 RW 06, Kampung Sukamulya, Sukoco, mengaku sama sekali tak mengenal Yayat dan keluarganya, termasuk dua orang tuanya. "Enggak kami kenal. Tapi, di data e-KTP-nya, memang ada," ucapnya. Dan keluarga tersebut tidak memiliki rumah di wilayah lingkungannya.

Baca juga: Ini Profil Terduga Pelaku Bom Bandung Versi Polisi

Sukoco berujar, sesaat seusai peristiwa meledaknya bom panci di Taman Pandawa, Kota Bandung, dia dihubungi intel Kodam III/Siliwangi yang mengklarifikasi soal identitas Yayat dan keluarganya. Ia tetap menyatakan tidak mengenalnya.

Sebelumnya, Kepala Pengelolaan Informasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Purwakarta Didi Supriyadi menuturkan, "Berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK), dia asli penduduk Purwakarta."

Didi mengatakan, berdasarkan catatan yang ada di kantornya, Yayat, kelahiran 24 Juni 1975, pindah bersama anak dan istrinya ke Bandung pada 2 September lalu ke Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. "Adapun ayah dan ibunya sudah meninggal dunia," ucapnya.

NANANG SUTISNA







Gempa Darat Magnitudo 3,4 Guncang Purwakarta

8 Desember 2021

Gempa Darat Magnitudo 3,4 Guncang Purwakarta

Sumber gempa berkedalaman 7 kilometer akibat aktivitas Sesar Cirata.


BMKG: Sesar Cirata Kembali Picu Gempa di Purwakarta

16 Maret 2020

BMKG: Sesar Cirata Kembali Picu Gempa di Purwakarta

Gempa tektonik yang bersumber di darat kembali menggoyang sebagian Purwakarta, Jawa Barat. Kali kedua dalam lima hari.


Taman Sri Baduga Purwakarta Cocok Jadi Tempat Ajang Internasional

8 Maret 2019

Taman Sri Baduga Purwakarta Cocok Jadi Tempat Ajang Internasional

Apa saja kelebihan Taman Sri Baduga Purwakarta, Jawa Barat, sehingga cocok sebagai tempat penyelenggaraan event berskala internasional?


Siswa Baru di Purwakarta Diwajibkan Bersepeda dan Jalan Kaki

24 November 2017

Siswa Baru di Purwakarta Diwajibkan Bersepeda dan Jalan Kaki

Dedi akan memprioritaskan para pelajar yang bersekolah di wilayah perkotaan terlebih dahulu. Sebab, kondisinya sudah nyaman dengan trotoar yang bagus serta arus kendaraannya landai.


Pedagang Sate Maranggi di Desa Cirende Ketiban Pulung

24 November 2017

Pedagang Sate Maranggi di Desa Cirende Ketiban Pulung

Dedi mengatakan, sate maranggi itu sudah menjadi ikon kuliner Purwakarta yang sudah mendunia dan sudah dipatenkan. Penikmatnya pun mulai dari rakyat biasa hingga Presiden Joko Widodo.


Bupati Purwakarta: Keluarga Miskin Purwakarta Punya Stok Beras Melimpah

24 November 2017

Bupati Purwakarta: Keluarga Miskin Purwakarta Punya Stok Beras Melimpah

Kang Dedi mengaku senang dengan bergulirnya program ATM Beras Perelek. "Cita-cita kami untuk mensubsidi beras premium secara gratis melalui subsidi silang si kaya buat si miskin telah terlaksana dengan baik," ucapnya.


Air Mancur Sri Baduga Tak Berjoget untuk Sementara

18 September 2017

Air Mancur Sri Baduga Tak Berjoget untuk Sementara

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta maaf kepada semua
warga Purwakarta dan para pelancong luar daerah karena
kenyamanannya untuk menonton air mancu


Mahyudin : Pancasila Alat Perekat Menyatukan Anak Bangsa

16 September 2017

Mahyudin : Pancasila Alat Perekat Menyatukan Anak Bangsa

Bung Karno menggali Pancasila dari budaya Indonesia.


FKUB DKI Belajar Soal Toleransi dan Keberagaman ke Purwakarta

13 September 2017

FKUB DKI Belajar Soal Toleransi dan Keberagaman ke Purwakarta

Di tengah ranking Jawa Barat yang sangat rendah, Kabupaten
Purwakarta memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang
tinggi.


Di Kantor Bupati Purwakarta Ada Suguhan Murotal Al-Quran  

8 September 2017

Di Kantor Bupati Purwakarta Ada Suguhan Murotal Al-Quran  

Ada sembilan qari dan qariah terbaik yang secara bergiliran
membacakan Al-Quran secara murotal di kantor Bupati
Purwakarta.