Terduga Teroris Bom Bandung Baru Setahun Pindah ke Bandung

Reporter

Sejumlah petugas kepolisian berusaha memasuki kantor kelurahan saat proses penangkapan terduga teroris yang kabur ke kantor Kelurahan Arjuna di Bandung, 27 Februari 2017. Diketahui, pelaku tidak hanya telah meledakan bom panci, tetapi juga membawa sebuah senjata api. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Purwakarta - Yayat Cahdiyat, terduga teroris bom panci di Taman Pandawa, Kota Bandung, yang tewas saat baku tembak dengan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, di dalam perpustakaan Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, ternyata kelahiran Purwakarta. Dia baru pindah ke Bandung tahun lalu.

"Berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dia asli penduduk Purwakarta," kata Kepala Pengelolaan informasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Purwakarta, Didi Supriyadi, saat ditemui di para pewarta di kantornya, Senin, 27 Pebruari 2017.

Baca juga: Bom Bandung, Pelaku Sempat Serang Pegawai Kelurahan Arjuna

Didi mengungkapkan, berdasarkan catatan yang ada di kantornya, Yayat, kelahiran 24 Juni 1975 tersebut, pindah bersama anak dan isterinya ke Bandung pada 2 September 2016, ke Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Badung. "Ada pun ayah dan ibunya sudah meninggal dunia," jelasnya.

Aksi pemboman di Taman Pandawa Kota Bandung dilakukan Yayat bersama seorang kawannya. Tetapi, rekannya berhasil melarikan diri dari kepungan tim Densus 88. Tapi, petugas sudah mengetahui identitas teroris yang kabur tersebut.

Simak pula: Bom Bandung, Fotokopi KTP di Taman Pandawa Milik Pelaku?

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, menilai aksi pemboman di Taman Pandawa, bertujuan untuk eksistensi dalam rangka meminta rekan mereka yang ditahan di Markas Kepolisian Brigade Mobil di Depok, Jawa Barat, dilepaskan.

"Yang bersangkutan sempat mengeluarkan tembakan sambil teriak minta temannya yang ditangkap Densus dilepaskan," ujar Tito, setelah menghadiri sidang doktor terbuka Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur di Universitas Airlangga, Surabaya, Senin, 27 Februari 2017.

NANANG SUTISNA






Gempa Darat Magnitudo 3,4 Guncang Purwakarta

8 Desember 2021

Gempa Darat Magnitudo 3,4 Guncang Purwakarta

Sumber gempa berkedalaman 7 kilometer akibat aktivitas Sesar Cirata.


BMKG: Sesar Cirata Kembali Picu Gempa di Purwakarta

16 Maret 2020

BMKG: Sesar Cirata Kembali Picu Gempa di Purwakarta

Gempa tektonik yang bersumber di darat kembali menggoyang sebagian Purwakarta, Jawa Barat. Kali kedua dalam lima hari.


Taman Sri Baduga Purwakarta Cocok Jadi Tempat Ajang Internasional

8 Maret 2019

Taman Sri Baduga Purwakarta Cocok Jadi Tempat Ajang Internasional

Apa saja kelebihan Taman Sri Baduga Purwakarta, Jawa Barat, sehingga cocok sebagai tempat penyelenggaraan event berskala internasional?


Siswa Baru di Purwakarta Diwajibkan Bersepeda dan Jalan Kaki

24 November 2017

Siswa Baru di Purwakarta Diwajibkan Bersepeda dan Jalan Kaki

Dedi akan memprioritaskan para pelajar yang bersekolah di wilayah perkotaan terlebih dahulu. Sebab, kondisinya sudah nyaman dengan trotoar yang bagus serta arus kendaraannya landai.


Pedagang Sate Maranggi di Desa Cirende Ketiban Pulung

24 November 2017

Pedagang Sate Maranggi di Desa Cirende Ketiban Pulung

Dedi mengatakan, sate maranggi itu sudah menjadi ikon kuliner Purwakarta yang sudah mendunia dan sudah dipatenkan. Penikmatnya pun mulai dari rakyat biasa hingga Presiden Joko Widodo.


Bupati Purwakarta: Keluarga Miskin Purwakarta Punya Stok Beras Melimpah

24 November 2017

Bupati Purwakarta: Keluarga Miskin Purwakarta Punya Stok Beras Melimpah

Kang Dedi mengaku senang dengan bergulirnya program ATM Beras Perelek. "Cita-cita kami untuk mensubsidi beras premium secara gratis melalui subsidi silang si kaya buat si miskin telah terlaksana dengan baik," ucapnya.


Air Mancur Sri Baduga Tak Berjoget untuk Sementara

18 September 2017

Air Mancur Sri Baduga Tak Berjoget untuk Sementara

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta maaf kepada semua
warga Purwakarta dan para pelancong luar daerah karena
kenyamanannya untuk menonton air mancu


Mahyudin : Pancasila Alat Perekat Menyatukan Anak Bangsa

16 September 2017

Mahyudin : Pancasila Alat Perekat Menyatukan Anak Bangsa

Bung Karno menggali Pancasila dari budaya Indonesia.


FKUB DKI Belajar Soal Toleransi dan Keberagaman ke Purwakarta

13 September 2017

FKUB DKI Belajar Soal Toleransi dan Keberagaman ke Purwakarta

Di tengah ranking Jawa Barat yang sangat rendah, Kabupaten
Purwakarta memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang
tinggi.


Di Kantor Bupati Purwakarta Ada Suguhan Murotal Al-Quran  

8 September 2017

Di Kantor Bupati Purwakarta Ada Suguhan Murotal Al-Quran  

Ada sembilan qari dan qariah terbaik yang secara bergiliran
membacakan Al-Quran secara murotal di kantor Bupati
Purwakarta.