Jusuf Kalla Bicara Lagi Soal Kesenjangan Kaya dan Miskin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku keluarga Afif juga turut menghadiri acara lamaran dan perkenalan kedua belah pihak keluarga besar Bella maupun Afif ini. instagram.com

    Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku keluarga Afif juga turut menghadiri acara lamaran dan perkenalan kedua belah pihak keluarga besar Bella maupun Afif ini. instagram.com

    TEMPO.CO, Makassar - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan saat ini pemerintah fokus memperhatikan persoalan kesenjangan ekonomi karena jarak antara masyarakat miskin dan kaya semakin lebar. Sebab jika terjadi kesenjangan yang besar maka satu negara tersebut bisa goyang. "Karena pengalaman banyak negara seperti itu," ucap Jusuf Kalla saat sambutan di acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Micro Finance BRI di Universitas Hasanuddin Makassar, Senin, 27 Februari 2017.

    Menurut dia, pemerintah terus berupaya agar bangsa ini maju, sehingga mengurangi kesenjangan ekonomi. Kendati demikian, JK mengaku jika pemerintah juga tak menginginkan pengusaha besar mengalami penurunan. "Kami hanya ingin pengusaha kecil menengah juga bisa mengembangkan usahanya agar lebih besar," ucap JK.

    Simak:
    Kalla: Kesenjangan di Indonesia Berbahaya karena...  

    Sehingga, lankah-langkah seperti ini yang harus diambil pemerintah untuk memperbaiki bangsa ini. Yakni bagaimana yang kecil bisa mendapatkan akses lebih baik agar pendapatannya bisa meningkat dan memiliki lapangan kerja. "Saya berharap pengusaha kecil juga bisa mendapatkan akses yang mudah dan murah untuk menjadi usaha yang menengah sampai besar. Tapi harus ada tahapannya," ucap dia.

    Misalnya, kata JK, dulu dia (pengusaha kaki lima), kemudian memiliki kios di pasar hingga toko. Setelah punya toko maka bisa diusahakan lagi agar lebih besar. "Jadi dulu kerja sendiri, hanya memiliki satu anak buah, sekarang sudah menjadi lima orang. Bahkan bisa memberikan lapangan pekerjaan yang luas kepada bangsa ini," imbuh JK.

    Namun, lanjut JK, kesenjangan perekonomian masyarakat tidak hanya terjadi di Indonesia. Tapi juga hampir di seluruh dunia. "Persoalan di Indonesia masuk kategori rumit lantaran karena penduduknya sangat banyak," tutur dia.

    Ia menyebutkan bahwa jumlah penduduk berkisar 5 juta-10 juta itu tak mudah untuk diatasi. Apalagi jika penduduknya sekitar 225 juta orang, sehingga dibutuhkan banyak pengusaha besar, kecil dan menengah. "Tidak mungkin jumlah penduduk itu semua bisa menjadi PNS atau dosen," kata dia.

    JK juga mengatakan Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah yang kental dan memiliki kultur usaha. Sehingga ia menyarankan agar setiap daerah memiliki usaha kultur entrepreneurship. Sebab dengan itu maka bisa memudahkan pengusaha kecil menengah untuk berkembang.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.