TNI Gelar Festival Layang-layang di Sudan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekelompok pemuda berusaha mendaratkan layang-layang tradisional Janggan dalam Festival Layang-Layang Bali ke-38 di Pantai Padanggalak, Denpasar, Bali, 24 Juli 2016. Layang-layang tradisional Bali memiliki tiga jenis bentuk yaitu, Bebean atau ikan, Janggan atau naga dan Pecukan atau daun. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sekelompok pemuda berusaha mendaratkan layang-layang tradisional Janggan dalam Festival Layang-Layang Bali ke-38 di Pantai Padanggalak, Denpasar, Bali, 24 Juli 2016. Layang-layang tradisional Bali memiliki tiga jenis bentuk yaitu, Bebean atau ikan, Janggan atau naga dan Pecukan atau daun. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Komposit Kontingen Garuda XXXV-B United Nations Mission In Darfur (UNAMID) menggelar festival layang-layang di Camp Garuda Darfur, Sudan, pada Sabtu, 25 Februari 2017. Acara bertajuk ‘International Kite Festival 2017’ tersebut diikuti 60 peserta yang berasal dari sejumlah negara seperti Indonesia, Bangladesh, Senegal, Pakistan, Burkna Faso, dan Nigeria.

    “Saya merasa senang dan bangga melihat banyaknya jumlah peserta yang ikut ambil bagian dalam festival ini,” ujar Komandan Satgas Konga XXXV-B Kolonel Singgih Pambudi Arinto saat membuka kegiatan tersebut, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan Mabes TNI, Ahad, 26 Februari 2017.

    Dia mengatakan bahwa festival tersebut bertujuan menghibur para pelaksana misi perdamaian di Sudan di sela kegiatan rutin. Festival layang-layang pun bisa menjadi ajang kreativitas bagi para prajurit yang bertugas.

    Baca juga:
    Jusuf Kalla Minta Ulama Tak Hanya Bahas Halal Haram
    Megakorupsi E-KTP Segera Disidangkan
    Petugas Khusus Sterilkan Lokasi Pembunuhan Kim Jon-nam

    Acara tersebut, menurut dia, bisa memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional. Adapun kriteria penilaian untuk menentukan pemenang adalah kreatifitas, keunikan pakaian yang digunakan oleh peserta, bentuk serta ketahanan layang-layang di udara.

    Dua perwakilan Indonesia nyatanya berhasil menjadi juara dalam festifal tersebut. Kapten Hariono dan Prajurit Satu Andika masing-masing meraih posisi pertama dan kedua, sementara hadiah juara ketiga ketiga direbut pelaksana misi perdamaian asal Bangladesh.

    Pada akhir acara, Head Of Office UNAMID Oemar Kane mengapresiasi dan berterimakasih pada Satgas Konga TNI, karena dinilai berhasil menyelenggarakan acara yang pertama kalinya digelar di Benua Afrika tersebut.

    “Festival layang-layang dapat mempererat dan mempersatukan seluruh negara atau Troops Contributing Country (TCC) yang ada di Misi Unamid Sektor Barat Darfur ini. Diharapkan agar kegiatan ini dapat rutin diselenggarakan tiap tahunnya,” ujar Oemar.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.