Gubernur Maluku Rasakan Dampak Ganda Tanwir Muhammadiyah  

Reporter

Editor

Elik Susanto

Gubernur Maluku Said Assagaff melepas pawai kampanye Pemilu 2014 yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku (15/3). Pawai bersama untuk mengawali pelaksanaan tahapan kampanye tersebut diikuti para calon anggota legislatif DPR RI, DPRD Provinsi Maluku dan DPRD Kota Ambon serta calon anggota DPD RI. ANTARA/Izaac Mulyawan

TEMPO.COAmbon - Gubernur Maluku Said Assagaff menegaskan, Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada 24-26 Februari 2017 memberi dampak ganda terhadap kemajuan Maluku. "Maluku memperoleh dampak strategis, terutama untuk memperkukuh silaturahmi dan ikatan keadaban sesama anak bangsa, serta menegaskan kembali pentingnya merawat Bhinneka Tunggal Ika untuk Indonesia tanpa diskriminasi, tanpa kekerasan, tanpa monopoli, serta aman dan damai," kata Said dalam penutupan Tanwir Muhammadiyah, di Ambon, Minggu, 26 Februari 2017.

Pelaksanaan Tanwir juga membuat Presiden Joko Widodo untuk kedua kalinya, dalam bulan Februari 2017, berkunjung ke Ambon setelah sebelumnya hadir pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2017 pada 9 Februari 2017, serta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk kesekian kalinya mengunjungi Ambon sebagai kampung halamannya.

Baca: Presiden Jokowi Buka Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon

Kalla diangkat sebagai warga kehormatan Kota Ambon dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sebagai orang Ambon. Dia juga memiliki andil sangat besar terhadap proses rekonsiliasi saat konflik Maluku, terutama dalam Perjanjian Malino II.

Sedangkan Jokowi dikukuhkan sebagai Upu Kaletia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku, atau bapak pemimpin besar yang peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat di Maluku, oleh Majelis Latupati Maluku, bersamaan dengan pembukaan sidang Tanwir Muhammadiyah, Jumat, 24 Februari 2017.

Pertemuan tersebut juga membuat daerah-daerah yang berciri kepulauan seperti Maluku mendapat dukungan penuh dari Muhammadiyah, serta dukungan sangat positif dari Jokowi melalui sejumlah program prioritas untuk mempercepat ketertinggalan pembangunan yang pembiayaannya akan dilakukan selama tiga tahun mendatang.

Menurut Said, bagi orang Maluku, fakta kebhinekaan merupakan bagian dari identitas kebudayaan, mengingat perspektif sejarah masa lampau sebagai pulau rempah-rempah (the spices island), khususnya cengkeh, pala, dan fully.

"Sejak dahulu Maluku sudah menjadi tempat perjumpaan berbagai peradaban di dunia serta terbangun jalinan Nusantara, selain menjadi wilayah berbagai kepentingan dagang dan politik dunia, terutama Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang, selain Arab, Cina, dan India. Kondisi ini menjadikan masyarakat Maluku sangat multikultural," katanya.

Maluku memiliki lebih-kurang 100 sub-suku dan sub-etnik, 117 bahasa dan dialek, serta enam agama resmi dan agama-agama suku. Selain itu terdapat fam atau marga dari negara luar, di samping puluhan bahkan ratusan marga lokal, juga yang merupakan akulturasi dengan budaya daerah lain.

Said mencontohkan, dari Sulawesi Selatan menggunakan marga Bugis atau Makassar, Sulawesi Tenggara menggunakan inisial La atau Wa, Sumatera menggunakan marga Padang, Palembang. Dari Arab ada yang memakai fam Assagaf, Al-Idrus, Basalamah, Attamimi, dan Bahsoan, dari Belanda menggunakan marga Van Afflen, Van Room, De Kock, Ramschie, dan Payer. Kemudian marga Da Costa, De Fretes, De Lima, Fareire dari Portugis dan marga Lie, Khouw dari Cina.

Akulturasi tersebut juga memunculkan berbagai khazanah seni budaya di Maluku yang merupakan perpaduan budaya lokal dengan Islam atau Arab, di antaranya Abda'u di Negeri Tulehu, Pukul Sapu di Negeri Mamala-Morela, dan tarian Sawat serta perpaduan budaya lokal dengan barat, seperti tari Katreji, musik Hawaiian, tarian Oralapei, dansa Ola-Ola, dan tarian Cakaiba.

"Walaupun berbeda, katong (kami) tetap basudara (bersaudara). Walaupun berbeda, beta (saya) tetap Maluku, merasa saling memiliki sebagaimana petuah luhur orang Maluku ale rasa beta rasa (sama-sama merasakan), potong di kuku rasa di daging, sagu salempeng dibagi dua, atau ain ni ain (satu untuk semua, semua untuk satu)," katanya.

Said berharap, Muhammadiyah bersama Nahdlatul Ulama (NU), sebagai dua organisasi Islam moderat terbesar di Indonesia, lebih giat mengembangkan Islam yang rahmatan lilalamin, yaitu Islam yang berkemajuan, toleran, egaliter, inklusif, pluralis, dan kosmopolitan, dalam rangka membangun Indonesia yang berkeadaban.

ANTARA






Perjalanan Gesang Sang Maestro Keroncong Mengalir Sampai Jauh

3 hari lalu

Perjalanan Gesang Sang Maestro Keroncong Mengalir Sampai Jauh

Pada 105 tahun yang lalu, tepatnya 1 Oktober 1917, pemain keroncong legendaris bernama Gesang Martohartono lahir ke dunia. Ini perjalanam hidupnya.


Rangkaian Acara Muhammadiyah Expo di Yogyakarta, Dari Pengajian Hingga Bazar

4 hari lalu

Rangkaian Acara Muhammadiyah Expo di Yogyakarta, Dari Pengajian Hingga Bazar

Muhammadiyah Jogja Expo 2022 ini juga difokuskan sebagai syiar Muktamar sekaligus ajang silaturahmi.


Banding Ferdy Sambo Ditolak, Sekum Muhammadiyah: Momentum Perbaiki CItra Polri

7 hari lalu

Banding Ferdy Sambo Ditolak, Sekum Muhammadiyah: Momentum Perbaiki CItra Polri

Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menilai banding Ferdy Sambo ditolak bisa kembalikan citra Polri yang anjlok


Anwar Abbas Sebut Hakim Agung Terjerat Korupsi Bisa Timbulkan Malapetaka bagi Negeri

12 hari lalu

Anwar Abbas Sebut Hakim Agung Terjerat Korupsi Bisa Timbulkan Malapetaka bagi Negeri

Anwar Abbas mengatakan hakim agung yang ditangkap tangan KPK kemarin bakal menimbulkan keresahan masyarakat dan malapetaka


Sejatinya Gelar Sir untuk Azyumardi Azra

15 hari lalu

Sejatinya Gelar Sir untuk Azyumardi Azra

Penggelaran Sir seperti untuk Azyumardi Azra telah menjadi bagian dari sistem kerajaan sejak dilembagakan oleh King George V pada 1917.


Bagaimana Konsep Imam Mahdi, Sang Juru Selamat Akhir Zaman dalam Islam?

15 hari lalu

Bagaimana Konsep Imam Mahdi, Sang Juru Selamat Akhir Zaman dalam Islam?

Belum lama ini, warga Riau berinisial WAM, diringkus Polda Riau setelah mengaku sebagai Imam Mahdi. Lalu siapa sebenarnya Imam Mahdi dalam Islam?


Cegah Polarisasi, LHKP Muhammadiyah Dukung Penghapusan Ambang Batas Presiden

16 hari lalu

Cegah Polarisasi, LHKP Muhammadiyah Dukung Penghapusan Ambang Batas Presiden

LHKP Muhammadiyah menyuarakan dukungan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau ambang batas presiden


Azyumardi Azra Meninggal, Lukman Hakim: Ilmuwan Tulen Tak Tergoda Politik Praktis

16 hari lalu

Azyumardi Azra Meninggal, Lukman Hakim: Ilmuwan Tulen Tak Tergoda Politik Praktis

Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan bahwa sosok Azyumardi Azra adalah ilmuwan tulen yang tak tergoda politik praktis.


LHKP Muhammadiyah Minta Wacana Jokowi Jadi Cawapres Dihentikan

17 hari lalu

LHKP Muhammadiyah Minta Wacana Jokowi Jadi Cawapres Dihentikan

LHKP Muhammadiyah menilai wacana Jokowi jadi cawapres tak sehat untuk demokrasi.


PP Muhammadiyah Temui Jokowi di Istana, Minta Presiden Buka Muktamar di Surakarta

18 hari lalu

PP Muhammadiyah Temui Jokowi di Istana, Minta Presiden Buka Muktamar di Surakarta

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta Presiden Jokowi hadir di pembukaan Muktamar Muhammadiyah pada 19 November 2022.