PGI Bantah Disebut Siap Berkati Jasad Muslim Pendukung Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Jeirry Sumampow (tengah) menjawab pertanyaan awak media terkait rusuh Tolikara di Kantor PGI, Jakarta, 18 Juli 2015. Mereka meminta lembaga independen membentuk tim ivestigasi terkait terjadinya bentrokan antara Jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan umat Muslim yang sedang menunaikan Salat Ied di Tolikara, Papua. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Juru Bicara Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Jeirry Sumampow (tengah) menjawab pertanyaan awak media terkait rusuh Tolikara di Kantor PGI, Jakarta, 18 Juli 2015. Mereka meminta lembaga independen membentuk tim ivestigasi terkait terjadinya bentrokan antara Jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan umat Muslim yang sedang menunaikan Salat Ied di Tolikara, Papua. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Persekutuan Gereja–Gereja Indonesia (PGI) membantah kabar yang beredar di media sosial bahwa PGI menyatakan kesiapannya untuk memberkati jenazah umat muslim pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    “Berita tersebut tidak benar, bohong atau hoax. Sebab PGI tidak pernah membuah pernyataan seperti itu baik secara lisan maupun tertulis,” ujar Kepala Humas PGI, Jeirry Sumampow, dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 26 Februari 2017.

    Baca juga: Masjid Tolak Salatkan Pemilih Ahok, Begini Reaksi Warga

    Jeirry mengatakan berita itu disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan ingin memperkeruh serta mengganggu suasana kerukunan kehidupan keagamaan. Mereka, kata Jeirry, memanfaatkan Pilkada DKI Jakarta 2017 yang masih berlangsung dan berlanjut ke putaran kedua.

    Jeirry berujar Pilkada adalah peristiwa politik untuk memilih pemimpin atau kepala daerah dari sebuah daerah. Menurut dia, PGI sebagai lembaga keagamaan tidak pernah terlibat dalam urusan politik praktis, apalagi dalam hal memberikan dukungan untuk pasangan calon tertentu.

    “Maka kami meminta agar semua pihak tidak terprovokasi dan tidak menyebarluaskan informasi tersebut melalui berbagai macam media yang ada,” katanya.

    Secara khusus, PGI berharap agar umat Kristen tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai macam provokasi seperti ini, serta tetap berkomitmen menjaga kerukunan dan toleransi hidup dengan umat beragama lainnya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.