Warga Tabalong Kebingungan Pencairan Bantuan Non-Tunai PKH

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kepada perwakilan warga penerima di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, 11 April 2016. ANTARAFOTO

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kepada perwakilan warga penerima di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, 11 April 2016. ANTARAFOTO

    TEMPO.CO, Tanjung - Sejumlah calon penerima bantuan sosial non-tunai Program Keluarga Harapan kebingungan cara mencairkan bantuan itu ketika Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa meluncurkan bansos non-tunai di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Ahad 26 Februari 2017.

    “Saya enggak tahu, bingung. Belum dilatih caranya,” kata seorang calon penerima bantuan non-tunai PKH, Makruf di sela peluncuran bantuan non tunai.

    Selain Makruf, Sriyanti pun belum tahu cara menarik duit bantuan. Ia lebih suka mencairkan dana bansos lewat penarikan tunai karena belum punya buku tabungan. “Uangnya untuk bayar sekolah anak,” ujar Sriyanti.

    Kementerian Sosial meluncurkan bantuan non-tunai PKH se-Kalimantan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Tahap awal, ada delapan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang mencairkan bansos non-tunai yaitu Kabupaten Banjar, Tabalong, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Kotabaru, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin.

    Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, mengatakan jumlah keluarga penerima manfaat bansos non-tunai sebanyak 12.297 dari 38.922 keluarga yang tersebar pada 22 kecamatan. “Bertahap. Total bantuan baik tunai dan non-tunai sebanyak Rp 104,5 miliar pada 2017,” ujar Harry.

    Menurut dia, Bank Rakyat Indonesia semestinya aktif mengedukasi calon penerima non-tunai Program Keluarga Harapan di Pulau Kalimantan. Harry berasumsi tugas pendamping PKH cuma membimbing pemanfaatan dana bantuan agar tepat sasaran seperti di bidang pendidikan dan kesehatan.

    “Petugas bank yang seharusnya ikut mengedukasi bagaimana prosedur penarikan di bank. Enggak semua harus pendamping PKH, karena lebih fokus sosialnya bagaimana merawat disabilitas dan pendidikan,” kata Harry.

    Fidri Arnaldy, Vice President BRI Banjarmasin, mengatakan calon penerima bisa bertanya ihwal pencarian bansos non-tunai kepada agen penyalur, kantor BRI, dan pendamping PKH. Ia memastikan pencairan dana bisa lewat kantor cabang BRI, agen, dan outlet BARU.

    Pihaknya telah menyiapkan agen Briling sebanyak 5.158 unit yang tersebar di Provinsi Kalimantan Selatan, Tengah, Timur, dan Utara, minus Kalimantan Barat. Khusus di Kalimantan Selatan, Fidri telah menyebarkan 1.960 agen Briling yang bertugas menyokong pencairan PKH. “Uangnya bisa ambil di bank atau agen yang telah ditunjuk,” kata dia.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra